Breaking News:

PPKM Darurat

PPKM Darurat Diperpanjang, Industri Manufaktur Beri Usulan ke Pemerintah dengan Konsep Berikut Ini

Pemerintah telah memastikan PPKM Darurat diperpanjang selama 5 hari kedepan atau tanggal 25 Juli 2021.

Editor: rival al manaf
TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Satpol PP Kota Semarang melakukan penertiban PPKM Darurat beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah telah memastikan PPKM Darurat diperpanjang selama 5 hari kedepan atau tanggal 25 Juli 2021.

PPKM Darurat, yang telah dimulai sejak 2 hingga 20 Juli 2021 ditambah durasinya karena dianggap belum terlihat mampu menekan penyebaran Covid-19.

Terkait kebijakan tersebut para pelaku usaha di sektor industri manufaktur meminta pemerintah untuk mempertimbangkan sejumlah aspek.

Tujuannya agar titik keseimbangan antara upaya menjaga kesehatan masyarakat dengan pertumbuhan ekonomi nasional tetap bisa berjalan secara beriringan.

Baca juga: Isi Teks Pidato Presiden Jokowi Perpanjang PPKM Darurat 25 Juli 2021

Baca juga: Presiden Jokowi Perpanjang PPKM Darurat Sampai 25 Juli 2021

Baca juga: Perum Bulog Kanwil Jateng Salurkan Bantuan Beras Warga Terdampak PPKM Darurat

Para pelaku usaha yang bernaung dalam berbagai organisasi dan asosiasi itu juga meminta agar pemberlakukan PPKM Darurat tetap memperkenankan industri manufaktur untuk bisa beroperasi dengan sejumlah syarat yang ketat.

Para organisasi itu antara lain Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia, dan beberapa asosiasi lainnya.

DiKetua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid, mengungkapkan, pada dasarnya para pelaku ekonomi mendukung penuh kebijakan pemerintah untuk meredam laju pandemi.

Namun para pelaku usaha sektor industri manufaktur juga perlu memberikan masukan dan pertimbangan kepada pemerintah terkait wacana perpanjangan kebijakan PPKM Darurat tersebut.

"Usulan kami yang pertama ialah pemerintah tetap mengizinkan perusahaan industri manufaktur sektor kritikal dan esensial serta industri penunjangnya dan industri yang berorientasi ekspor, untuk tetap beroperasi dengan kapasitas maksimal 100 persen karyawan operasional dan 25 persen karyawan penunjang operasional apabila sudah melakukan vaksinasi minimal dua kali untuk seluruh karyawannya," ungkap Arsjad Rasjid, Selasa (20/7/2021).

Meski demikian ia juga mewajibkan perusahaan perusahaan anggotanya harus tetap mengikuti protokol kesehatan secara ketat dan melaporkan kegiatannya secara berkala pada Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved