Berita Internasional
Sejarah Ligamen Perak di Batu Hajar Aswad Mekah: Batu Hitam Dipukul dan Dihancurkan Berkeping-keping
Batu Hajar Aswad merupakan sebuah batu yang diletakkan dalam bingkai perak berbentuk oval di sudut tenggara Ka'bah, Masjidil Haram, Arab Saudi.
TRIBUNJATENG.COM, MEKKAH - Batu Hajar Aswad merupakan sebuah batu yang diletakkan dalam bingkai perak berbentuk oval di sudut tenggara Ka'bah, Masjidil Haram, Arab Saudi.
Letaknya berdiri sekitar 1,5 meter di atas tanah.
Hanya delapan keping Hajar Aswad yang bisa dilihat, dan yang terbesar seukuran buah kurma.
Dilansir ArabNews, Rabu (21/7/2021), selebihnya berada di dalam struktur Ka'bah.
Batu itu dihormati oleh umat Islam sebagai peninggalan Islam yang berasal dari zaman Nabi Adam dan Siti Hawa.
Batu itu jatuh dari surga untuk membimbing Adam dan Hawa membangun sebuah mezbah yang menjadi bait suci pertama di muka Bumi.
Hajar Aswad memiliki arti penting bagi umat Islam.
Seperti yang disaksikan oleh Nabi Muhammad, lima tahun sebelum kenabiannya.
Muslim tidak menyembah Batu Hajar Aswad, tetapi mengangkat tangan ke arahnya sambil mengulangi takbir, Allahhu Akbar selama tawaf.
Jamaah haji juga berusaha menyentuh atau menciumnya, jika bisa.
Mengikuti apa yang biasa dilakukan Nabi Muhammad.
Tindakan itu juga dianggap sebagai penebus dosa.
Tetapi, di masa pandemi virus Corona, jamaah haji yang terbatas tidak bisa menyentuh Hajar Aswad.
Bahkan, Batu Hitam itu menjadi sasaran penodaan dan kerusakan berulang dari waktu ke waktu sepanjang sejarah.
Batu Hitam itu pernah dipukul dan dihancurkan berkeping-keping dengan batu yang ditembakkan dari ketapel.
Tetapi pecahannya disatukan kembali menggunakan ligamen perak.
Batu itu juga dicuri beberapa kali, dan dipecah menjadi tujuh bagian saat terakhir kali dicuri.
Potongan-potongan itu disatukan oleh sepasang pandai emas dari Mekkah.
Dia membangun bingkai perak untuk mengelilinginya.
Sejak itu, telah ditutup dalam bingkai yang sama.
Dilapisi dengan pasta yang terbuat dari lilin, musk, dan amber.
Pihak berwenang di Arab Saudi baru-baru ini merilis gambar-gambar baru yang diproses secara khusus.
Dari situs-situs Islam dan arkeologi terpenting di Masjidil Haram, Mekkah.
Kepresidenan Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci menangkap 1.050 foto Hajar Aswad menggunakan teknologi Fox Stack Panorama.
Menggabungkan gambar dengan berbagai tingkat kejernihan.
Untuk menghasilkan satu gambar Hajar Aswad dengan resolusi tinggi yang akurat.
Gambar 49.000 megapiksel diambil selama tujuh jam dan membutuhkan waktu seminggu untuk mengedit.
Ini adalah pertama kalinya pihak berwenang mampu menunjukkan Hajar Aswad dengan begitu detail.(*)
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Batu Hajar Aswad, Berbingkai Perak, Mengalami Sejumlah Kejadian, Ini Sejarahnya,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mbah-moen-cium-hajar-aswad-di-mekkah.jpg)