Breaking News:

PPKM Level 4

BERITA LENGKAP : Alasan Kenapa Pandemi Covid-19 di Indonesia Perlu Penanganan Serius

Situasi pandemi covid-19 gelombang kedua di Indonesia masih perlu diwaspadai, dan butuh penanganan serius

ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Petugas pemakaman beristirahat usai memakamkan sejumlah jenazah dengan protokol covid-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (4/7). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Situasi pandemi covid-19 gelombang kedua di Indonesia masih perlu diwaspadai, dan butuh penanganan serius, dengan angka kematian yang terus mencatatkan rekor dalam beberapa waktu terakhir, di atas 1.000 kasus, serta infeksi baru yang relatif masih tinggi, di atas 30.000 kasus.

Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada Rabu (21/7), mencatat jumlah korban meninggal akibat infeksi virus corona bertambah 1.383 orang dalam waktu 24 jam. Penambahan tersebut merupakan angka tertinggi sejak pengumuman kasus pertama covid-19 pada 2 Maret 2020 lalu.

Dengan penambahan itu, total kasus kematian akibat covid-19 mencapai 77.583 orang. Sebelumnya, angka kematian tertinggi juga tercatat pada Senin (19/7), yaitu 1.338 kasus.

Bahkan, kasus kematian akibat covid-19 di Indonesia saat Iduladha atau Selasa (20/7) lalu, berada pada posisi kedua di dunia. Menurut data Satgas Covid-19, korban meninggal akibat infeksi virus corona pada Selasa sebanyak 1.280 orang. Jumlah itu berada di bawah Brasil sebanyak 1.303 orang meninggal akibat covid-19, dikutip dari Worldometer.

Adapun, data Satgas pada Rabu mencatat penambahan 33.772 kasus baru, sehingga jumlah total infeksi sampai saat ini tercatat 2,98 juta kasus. Jumlah itu sedikit menurun dari hari sebelumnya, bersamaan dengan penurunan jumlah pemeriksaan spesimen (berita lain di halaman ini).

Dalam Pembaruan Epidemiologi Mingguan COVID-19 yang terbit Selasa (20/7), WHO menyebut, kasus virus corona di Indonesia periode 12-18 Juli mencapai 350.273 kasus, atau melonjak 44 persen dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Angka itu berada di posisi tertinggi dunia, disusul Inggris dengan 296.447 kasus baru, meningkat 41 persen, kemudian Brasil di posisi ketiga dengan 287.610 kasus baru, turun 14 persen. Posisi keempat ditempati India dengan 268.843 kasus baru, turun 8 persen, dan kelima Amerika Serikat (AS) dengan 216.433 kasus baru, meningkat 68 persen.

Ketua Satugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban mengatakan, situasi pandemi di Tanah Air masih memprihatinkan. Ia mengungkapkan, banyak fasilitas layanan kesehatan di berbagai daerah yang kewalahan menangani pasien covid-19.

"Rumah sakit yang saya kenal di beberapa tempat masih penuh dan ICU juga. Tidak mudah mencari ICU, kalau pasien butuh ventilator apalagi. Masih memprihatinkan," katanya, dalam diskusi daring PPKM Darurat Diperpanjang: Keputusan Tepat?, Rabu (21/7).

Namun, ia yakin Indonesia menuju ke arah yang lebih baik. Meskipun saat ini penurunan keterisian tempat tidur rumah sakit (bed occupancy rate/BOR) belum signifikan, ia melihat ada tanda-tanda perbaikan itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved