Breaking News:

Fokus

Fokus : Bukan Angka Kematian Biasa

Sejak dimulainya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 3 Juli lalu, hingga akhir masa batas PPKM Darurat

Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/cetak/grafis bram kusuma
RUSTAM AJI wartawan Tribun Jateng 

Oleh Rustam Aji

Wartawan Tribun Jateng

Sejak dimulainya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 3 Juli lalu, hingga akhir masa batas PPKM Darurat 20 Juli kemarin, angka kematian akibat kasus Covid-19 di Indonesia cukup mengkhawatirkan. Dari hari ke hari terus menunjukkan peningkatan, berkorelasi dengan kasus positif yang juga terus meningkat.

Berdasarkan catatan penulis dari kasus kematian Covid-19 harian yang dilaporkan oleh Satgas Covid-19, dalam sepuluh hari terakhir terlihat angkanya selalu di atas 800 kasus kematian; 11 Juli dilaporkan adanya 1.007 kematian baru, 12 Juli 2021 ada 891 kasus kematian baru, 13 Juli juga 864 kematian, 14 Juli terjadi 991 orang meninggal, 15 Juli ada 982 meninggal, 16 Juli ada penambahan 1.205 kasus kematian, 17 Juli ada 1.092 kematian, 18 Juli ada 1.093 kasus kematian, sementara 19 Juli memecahkan rekor dengan angkas kasus kematian mencapai 1.338, dan 20 Juli Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan penambahan 1.280 pasien meninggal dunia.

Adapun pada Rabu (21/7) kemarin angka kasus kematian baru mencatatkan jumlah 1.383 orang.Dengan adanya penambahan tersebut, total kasus kematian akibat Covid-19 hingga Rabu (21/7) adalah 77.583 orang.

Angka kematian kasus Covid-19 tersebut bukanlah angka kematian biasa. Berarti dari sisi penanganan maupun 'obat' yang diberikan masih kurang tepat. Karena itu, hendaklah pemerintah bersungguh-sungguh dalam menangangi pandemi Corona.

Jumlah kasus angka kematian tersebut bukanlah sekadar angka sebagaimana halnya kita belajar berhitung, namun itu adalah riil nyawa manusia.

Bila melihat data, kasus Corona di Indonesia belum menunjukkan penurunan signifikan dalam sepuluh hari terakhir. Sebab, saat pemerintah mulai memberlakukan PPKM Darurat pada 3 Juli lalu, penambahan angka kasus positif ada pada jumlah 27.913. Sehari sebelumnya, 2 Juli ada di angka 25.830 kasus.

Sementara itu, pada akhir PPKM Darurat 20 Juli kemarin, ada 38.325 kasus positif Covid-19 dalam sehari. Pada Rabu (21/7), meski jumlahnya kasusnya lebih sedikit tetapi masih di angka 33.772 kasus baru.

Artinya, bila melihat data angka kasus tersebut, jelas belum ada penurunan sama sekali. Perbandingankan angka penurunan, tentu tidak dihitung dari jumlah angka kasus harian di hari sebelumnya, tetapi harus dihitung dari angka kasus dimulainya pemberlakuan PPKM Darurat. Karena itu, bisa dikata, PPKM Darurat tahap pertama 3-20 Juli kemarin, jelas belum menunjukkan hasil. Hal ini terlihat dari masih tingginya angka kasus positif baru maupun angka kasus kematian.

Seharusnya, bila pemerintah benar-benar ingin segera menuntaskan pandemi Corona, maka bukan dengan cara memberikan harapan-harapan pelonggaran ataupun hanya ganti istilah --PSBB jadi PPKM. Namun lebih tegas dalam penegakan aturan protokol kesehatan.

Harusnya, bila memang dinilai sudah tidak efektif dan tidak mampu menurunkan angka kasus, maka pemerintah harus segera melakukan evaluasi dan mengganti dengan aturan yang lebih tegas, transparan, dan adil.

Target vaksin setiap hari 1 juta, 2 juta, 3 juta, dan seterusnya hendaknya juga diwujudkan, tidak hanya digembar-gemborkan saja. Dan terakhir, yang lebih penting lagi adalah mengganti pejabat-pejabat yang diberi tanggungjawab itu karena dinilai sudah tidak berhasil. (*)

Baca juga: Sinopsis Drakor School 2017 Episode 14, Ayah Tae Woon Tahu Soal X

Baca juga: Sakit Kesulitan Dapat RS, Mati Pemakaman Ditolak Warga, di Tanah Sendiripun Kades Melarang

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 6 SD Halaman 2 3 4 5 6 7 Subtema 1 Pembelajaran 1

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Kamis 22 Juli 2021, Pisces Berhenti Menggantung Perasaan Orang Lain

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved