Berita Kudus

Disperinkop UKM Kudus Tegur Dua Perusahaan, Minta Perusahaan Beri Sanksi Pegawai Abai Prokes

Dua perusahaan di Kabupaten Kudus mendapatkan teguran karena melanggar protokol kesehatan (prokes) saat inspeksi mendadak, Senin (12/7) lalu.

Penulis: raka f pujangga | Editor: Catur waskito Edy
Shopee
Ilustrasi Masker 3M 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -- Dua perusahaan di Kabupaten Kudus mendapatkan teguran karena melanggar protokol kesehatan (prokes) saat inspeksi mendadak, Senin (12/7) lalu.

Dua perusahaan itu diminta untuk menyiapkan sanksi kepada oknum pegawai yang mengabaikan prokes tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disperinkop UKM) Kudus, Rini Kartika, menemukan pelanggaran tersebut pada saat melakukan sidak.

Pihaknya menemukan ada pegawai yang tidak mengenakan masker saat tengah bekerja di lingkungan pabrik.

"Sanksinya nanti dari perusahaan sebagai pemberi kerja. Kami imbau perusahaan mengingatkan pegawainya," kata Rini, Jumat (23/7).

Rini menyebutkan, perusahaan yang kena tegur itu termasuk dalam perusahaan berskala kecil. Namun hingga kini, perusahaan yang berskala besar telah mematuhi protokol kesehatan sesuai ketentuan.

"Sampai sekarang kami sudah melakukan sidak terhadap sekitar 20 perusahaan besar dan hasilnya tidak ditemukan pelanggaran," ujarnya.

Selain ketentuan protokol kesehatan, perusahaan juga sudah menerapkan work from home (WFH) bagi sebagian pegawainya. Setiap pegawai yang bekerja di rumah juga tetap memperoleh upah tunggu sesuai kesepakatan antara pengusaha dan serikat pekerja.

“Gaji atau upah pekerja yang WFH pada bagian produksi besarannya sesuai kesepakatan antara pengusaha dan serikat pekerja di perusahaan," ujarnya.

Adapun pekerja yang WFH pada bagian kantor atau administrasi akan mendapat gaji tetap 100 persen. "Sampai saat ini belum ada laporan pekerja WFH yang tidak dibayar perusahaan. Karena pengusaha sanggup membayar secara penuh," katanya.

‎Bupati Kudus, Hartopo, selalu mengimbau agar seluruh elemen masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. "Protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan, meskipun pemerintah saat ini sudah melakukan vaksinasi," ujar dia.

Dia berharap, status darurat level 4 yang masih melekat di Kabupaten Kudus bisa segera berubah di tengah menurunnya kasus Covid-19. "Mudah-mudahan bisa segera berubah status level 4, kemarin lewat zoom sudah disampai kepada kami status ini masih sama," katanya. (raf)

Baca juga: Dampak Pandemi, Sudah 4 Hotel di Kabupaten Semarang Ditawarkan Dijual

Baca juga: Prediksi Formasi Juventus di Bawah Allegri, Ronaldo Dikorbankan ke PSG?

Baca juga: Cerita di Balik Video Viral Bule Ikut Acara Kurban, Ini Kesannya soal Perayaan Idul Adha Indonesia

Baca juga: Benarkah Negara dan Pengusaha Diuntungkan, Bila Transaksi Indonesia-China bakal Gunakan Yuan?

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved