Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berit Salatiga

Patuhi PPKM Darurat, Pedagang di Salatiga Diberi Bantuan Sembako

Menjelang berakhirnya masa penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau diperpanjang menjadi PPKM Level 4 sejumlah pedag

Tayang:
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: m nur huda
(IST/Humas Polres Salatiga) 
Kapolres Salatiga AKBP Rahmad saat membagikan sembako kepada pedagang di Jalan Jenderal Sudirman Salatiga, Jumat (23/7/2021) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Menjelang berakhirnya masa penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau diperpanjang menjadi PPKM Level 4 sejumlah pedagang yang mematuhi aturan diberikan bantuan sembako Polres Salatiga.

Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat mengatakan aturan PPKM Darurat maupun Level 4 mewajibkan pedagang kali lima (PKL) dan lainnya untuk menutup operasional secara mandiri maksimal pukul 21.00 WIB.

"Total kami menyediakan 200 paket sembako untuk dibagikan kepada masyarakat. Tetapi jika faktanya kedepan kurang akan kami sesuaikan," terangnya dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Sabtu (24/7/2021)

Menurut AKBP Rahmad, selama penerapan PPKM Darurat masyarakat Kota Salatiga dinilai sangat mematuhi ajakan maupun anjuran pemerintah pusat atau daerah untuk bersama-sama menekan penyebaran virus Corona (Covid-19).

Ia menambahkan, mobilitas masyarakat baik siang hari atau malam juga cenderung menurun dan lebih banyak aktivitas di rumah karena lampu jalan dimatikan.

"Sementara arus lalulintas dampak adanya penutupan jalan tol di jalan arteri Kota Salatiga meningkat hingga 30 persen selama PPKM Level," katanya

Kapolres Salatiga menyatakan peningkatan tersebut didominasi truk dan angkutan barang. Karena tidak masuk kategori kritikal dan esensial kendaraan diarahkan melewati jalan umum.

Pihaknya mengungkapkan kebanyakan kendaraan yang melintas dari Jakarta menuju Jawa Timur dan sebaliknya. Petugas lanjutnya, terus melakukan penyekatan pada jalur masuk Kota Salatiga.

"Alhamdulillah dari hasil evaluasi penyekatan dan program lain mobilitas masyarakat Salatiga paling rendah di Jawa-Bali, ini merupakan tantangan sekaligus motivasi untuk menurunkan kasus Covid-19," ujarnya  (ris)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved