Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Aksi Pesepeda Semarang Borong Warung Kecil dari Hasil Galang Dana Jualan Helm Bertanda Tangan Hendi

Pitlempit Semarang ikut prihatin dengan kondisi para pelaku UMKM yang terdampak Pandemi terutama selama pemberlakuan PPKM Darurat. 

Penulis: iwan Arifianto | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO
Anggota komunitas Pitlempit Semarang saat membagikan makanan dari hasil borong warung terdampak Pandemi Covid-19. Komunitas pencinta sepeda lipat tersebut memang aktif menggalang dana di antaranya bersumber dari penjualan helm bertanda tangan walikota Semarang Hendrar Prihadi atau akrab disapa Hendi, Minggu (25/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pitlempit Semarang ikut prihatin dengan kondisi para pelaku UMKM yang terdampak Pandemi terutama selama pemberlakuan PPKM Darurat. 

Mereka lantas berinisiatif untuk melakukan gerakan Ngothel borong warung (Ngobor).

Yakni aksi memborong warung yang terdampak PPKM darurat , dan membagikannya kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sasaran dari program ini adalah warung, pedagang keliling, dan akan dibagikan kepada pekerja di jalan seperti, tukang becak , pengemudi ojek, sopir taksi, penyapu jalan dan lainnya. 

Baca juga: Camilan Asli Wong Kabupaten Tegal, Kacang Bogares Cocok untuk Oleh-oleh

Baca juga: Gubernur Ganjar Pranowo Borong Dagangan PKL di Semarang dan Bagikan Makanan saat Gowes

Baca juga: Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap Terbebani Kebijakan PPKM, Berjuang dengan Dana Swadaya

Tak jarang pemilik warung maupun PKL langsung sumringah saat tim Pitlempit memborong dagangan mereka. 

Ketua Pitlempit Semarang, Bowo mengatakan, semua kegiatan ini bertujuan untuk bahu membahu saling menguatkan di era pandemi ini. 

"Kita tidak bisa sendiri sendiri menghadapi ini, bersama kita akan lebih kuat," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (25/7/2021).

Dia menjelaskan, sumber pendanaan acara ini sendiri dari banyak sumber, seperti penjualan helm bertanda tangan Wali Kota Semarang, penjualan merchandise Pitlempit, donasi langsung dari teman pesepeda , dan juga dari menjadi cahaya foundation. 

Selanjutnya, Bowo berharap acara ini bisa diduplikasi komunitas lain, semakin banyak yang melakukan akan semakin menjadi kekuatan besar, mendorong kepedulian masyarakat untuk membantu sesama. 

Kegiatan ini dilakukan hampir setiap hari selama PPKM darurat diberlakukan, dan semoga bisa terus berlanjut secara konsisten.

"Karena mengeluh saja tak akan pernah membuat semuanya lebih baik," ucapnya.

Dia menambahkan, program Ngobor ini sendiri juga bagian dari aksi komunitas pitlempit Semarang yang selama ini memang fokus bersepeda untuk kegiatan kemanusiaan dan sosial.

Baca juga: Sprinter Andalan Indonesia Zohri Tiba di Jepang, Siap Tanding dalam Olimpiade Tokyo 2020

Baca juga: Ini Link Live Streaming Angkat Besi Olimpiade 2021, Eko Yuli dan Deni Berpeluang Tambah Medali

Baca juga: Not Angka Kamu Berhak Bahagia Betrand Peto

"Kamibeberapa kali juga melibatkan walikota Semarang dalam aksinya, seperti bantu anak yatim, dan bagi helm gratis," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved