Breaking News:

Wisata Jateng

Pusat Oleh-oleh Jenang Mubarok Kudus, Pusat Belanja sekaligus Edukasi

Berkunjung ke Kudus kurang lengkap jika belum membawa buah tangan berupa jenang.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Rifqi Gozali
Gedung Mubarok pusat oleh-oleh jenang di Kudus 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Berkunjung ke Kudus kurang lengkap jika belum membawa buah tangan berupa jenang.

Kudapan yang memiliki tekstur kenyal berikut rasanya yang manis dan gurih bisa didapatkan di pusatnya yakni di pusat oleh-oleh jenang Mubarok di Jalan Sunan Muria Nomor 33 Kota Kudus.

Untuk sampai ke sana rutenya cukup mudah. Dari Alun-alun Simpang Tujuh Kudus hanya berjarak 500 meter ke arah utara. Di bangunan dua lantai itu pengunjung bisa belanja bermacam varian jenang di lantai dasar. Sedangkan di lantai dua dimanfaatkan untuk museum.

“Kami menyebutnya showroom. Tempat pusat penjualan produk olahan kami,” ujar Marketing Manager Mubarokfood, Muhammad Kirom, Senin (26/7/2021).

Mubarokfood sebagai produsen jenang paling terkemuka di Kudus telah mengubah jenang tidak hanya memiliki rasa yang manis dan gurih. Seiring berjalannya waktu, jenang produk Mubarok telah memiliki puluhan varian. Di antaranya jenang rasa buah, ada pula jenang yang telah dipadu-padankan dengan jenis makanan lain. Misalnya kolaborasi antara jenang dengan bakpia. Kemudian ada juga paduan antara kukis dengan jenang.

“Produk kami coba kami tawarkan dengan cara memadukan dengan makanan yang sedang familiar. Sehingga menghasilkan sensasi yang pas dan unik,” kata Kirom.

Semua produk olahan Mubarok bisa dijumpai di sana. Harganya pun cukup terjangkau. Rata-rata memiliki harga puluhan ribu per kemasan.

Agar tidak jenuh saat memilih jenang, pengunjung bisa naik ke lantai dua. Di sana terdapat museum jenang yang berdiri sejak 2017. Di dalam museum, digambarkan perjalanan Mubarok sebagai produsen jenang yang berusia lebih dari seratus tahun.

Mubarokfood sebagai produsen jenang di Kudus sudah ada sejak 1910. Generasi pertamanya adalah pasangan Mabruri-Alawiyah sejak 1910-1940. Kemudian dilanjutkan generasi kedua pasangan Shochib Mabruri-Istifaiyah 1940-1992, dan saat ini generasi ketiga yakni Muhammad Hilmy-Nujumullaily dari 1992-sekarang.

Sementara untuk melengkapi rasa pengetahuan para pengunjung, di museum juga dilengkapi diorama proses pembuatan jenang. Mulai dari proses manual yang dilakukan oleh generasi pertama sampai proses pembuatan jenang dengan peralatan modern yang saat ini dilakukan Mubarokfood.

Pengunjung juga akan dimanjakan dengan rumah adat Kudus berikut replika Menara Kudus yang ada di dalam museum. Beberapa fasilitas yang ada di situ bisa menjadi latar untuk swafoto.

Ada juga replika bangunan yang sangat ikonik di Kudus, yakni Omah Kapal. Ada juga Ruang Trilogi Ukhuwah yang di dalamnya terdapat bingka besar yang berisi gambar tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Selain itu masih banyak venue menarik di lokasi museum.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved