Blibli
Rayakan Anniversary ke-10, Ini Perjalanan Blibli Merajai Industri e-Commerce Nasional
Perayaan anniversary ke-10 Blibli ini juga merupakan momen yang memberikan kesempatan bagi semua seller untuk meraih rejeki di pertengahan tahun.
TRIBUNJATENG.COM - Beberapa tahun terakhir, e-commerce mengalami pertumbuhan signifikan di tanah air.
Menurut laporan e-Conomy SEA 2020 dari Google, Temasek, dan Bain & Company, Gross Merchandise Value (GMV) e-commerce Indonesia diproyeksikan akan mencapai 124 miliar USD pada tahun 2025.
Di tengah pertumbuhan e-commerce tersebut, Blibli hadir sebagai platform e-commerce yang fokus pada B2B (Business to Business), B2C (Business to Consumer), dan B2B2C (Business to Business to Consumer).
Mengusung model “toko online dengan sensasi belanja online store ala mal”, Blibli menawarkan berbagai macam produk yang terbagi dalam 16 kategori, mulai dari kebutuhan primer, elektronik, hingga keperluan gaya hidup lainnya.
Perjalanan Blibli sebagai perusahaan e-commerce terbesar dan tepercaya dimulai sejak diluncurkan pada 25 Juli 2011.
Saat itu, seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap bisnis jual beli secara online, Indonesia Djarum Group melalui PT Global Digital Niaga (GDN), anak perusahaan dari PT Global Digital Prima (GDP), turut melakukan ekspansi dengan mendirikan situs jual beli Blibli.
Blibli juga bekerja sama dengan penyedia jasa teknologi, mitra logistik, perbankan serta mitra dagang dengan standar tertentu untuk menciptakan sistem back-end yang bisa memenuhi kebutuhan pelanggan.
Peran sentral Kusumo Martanto
Kisah sukses Blibli tidak dapat dilepaskan dari peranan CEO & Co-Founder Blibli Kusumo Martanto.
Diawali dari nol dan terbatas pada produk elektronik dan fashion, kini jumlah produk yang dijual di Blibli menjadi semakin beragam sejak saat itu.
Penambahan ragam kategori produk yang dijual di Blibli juga disertai dengan peningkatan penjualan di tahun-tahun berikutnya.
Pertumbuhan yang dirasakan oleh Blibli selama sepuluh tahun terakhir tidak terlepas dari dukungan pelanggan, para seller yang terdiri dari brand principle, distributor, retailer, dan UMKM, para mitra bisnis dari sektor logistik, perbankan, dan institusi keuangan, serta pemerintah.
“Dukungan yang luar biasa ini telah membuahkan hasil yang sangat baik. Selama lima tahun terakhir, Blibli berkembang dari sisi jumlah penjualan, pengguna dan seller hingga 20 kali lipat. Dan tentunya seleksi produk yang ada di Blibli hari ini juga sudah jauh lebih beragam dibanding di saat kami mulai berdiri,” ungkap Kusumo, Rabu (14 /7/2021).
Hingga tahun kesepuluhnya, Blibli telah berhasil membangun ekosistem e-commerce yang terdiri dari komponen-komponen inti.
Salah satunya melalui solusi omnichannel (offline to online dan online to offline) yaitu Blibli InStore, Click & Collect, dan toko offline Bliblimart.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/logo-blibli.jpg)