Breaking News:

Berita IHSG

UPDATE IHSG Hari Ini, Senin (26/7/2021) Mampu Bertahan di Atas 6.100

Akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah namun masih mampu bertahan di level 6.100.

Editor: Catur waskito Edy
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Pekerja merapikan dokumen membelakangi layar informasi pergerakan harga saham pada layar elektronik di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (18/9). kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terpuruk di titik terendah pada Maret 2020 akibat pandemi covid-19, perlahan bangkit kembali. 

TRIBUNJATENG.COM,  JAKARTA -- Akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah namun masih mampu bertahan di level 6.100. Analis menilai, penguatan indekstersebut bukan disebabkan window dressing.

Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menuturkan, memang beberapa waktu ini asing terlihat membukukan net buy.

Berdasarkan data RTI, sebulan terakhir asing mencatatkan net buy di seluruh pasar sebesar Rp 1,72 triliun.

 "Hanya saja masih dalam jumlah terbatas karena asing sendiri melihat momen untuk masuk ke dalam pasar ekuitas," ujarnya kepada kontan.co.id, Minggu (25/7).

Menurutnya, kondisi Covid-19 yang belum stabil menciptakan ketidakpastian, dan ketidakpastian menyebabkan orang menunda ekspansi dan konsumsi yang berujung turunnya pertumbuhan ekonomi seperti yang sudah beberapa kali direvisi. "Ini yang akan menjadi pertimbangan," ulasnya.

Pada penutupan IHSG akhir pekan lalu, tercatat net sell asing di seluruh pasar sebesar Rp 122,55 miliar. Nico menilai, belum melihat atau terlihat adanya window dressing di pasar. "Karena sejauh ini pasarnya masih begitu-begitu saja," ujarnya.

Meski masih bisa bertahan di level 6.000, Nico masih mengkhawatirkan konsistensi IHSG. Ia melihat, IHSG akan konsisten jika mampu bertahan di atas level 6.100.

Ia juga bilang, secara momentum pemulihan pasar ekuitas Indonesia masih sangat menarik. "Karena harga sedang mengalami koreksi, namun saham tersebut memiliki fundamental dan valuasi potensial upside di masa yang akan datang," sebutnya.

Nico menyebutkan, sejak awal tahun untuk wilayah Asia yang masih mencatatkan capital inflow positif  ada 3 negara. Yakni, Indonesia senilai Rp 18,7 triliun, India dengan nilai Rp 104 triliun, dan Jepang sebanyak Rp 313 triliun.

Menurutnya, jika India yang masih berkutat dengan Covid-19 bisa mencatatkan capital inflow yang masih positif, itu artinya pelaku pasar dan investor melihat Covid-19 ini sebagai salah satu kesempatan dan momentum yang sangat baik untuk mulai masuk selagi harga mengalami koreksi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved