Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Salatiga

18.936 Keluarga di Salatiga Terima Bantuan Beras Kemensos

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan para penerima bantuan sosial beras adalah kelompok masyarakat yang masuk kategori kurang mampu atau Keluarga P

Tayang:
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Wali Kota Salatiga Yuliyanto simbolis menyerahkan bantuan beras ke warga KPM-PKH di Rumah Dinas Walikota, Selasa (27/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Sebanyak 18.936 keluarga di Kota Salatiga mendapat bantuan sosial beras dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan para penerima bantuan sosial beras adalah kelompok masyarakat yang masuk kategori kurang mampu atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Mereka ini masuk penerima program Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Salatiga. Masing-masing warga mendapat beras seberat 10 kilogram adapun pengadaan melalui PT Bulog dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) produksi tahun 2021 dengan kualitas beras medium," terangnya kepada Tribunjateng.com, di Rumah Dinas Walikota Salatiga, Selasa (27/7/2021)

Menurutnya, Kota Salatiga mendapat jatah kuota bantuan sosial beras sebanyak 189 ton. Bantuan itu selanjutnya disalurkan ke KPM PKH sejumlah 3.710 orang penerima dan KPM BST total 15.226 orang.

Ia menambahkan, bantuan yang ada diharapkan membantu meringankan masyarakat akibat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau Level 4.

"Setelah ini sisanya akan langsung didroping ke kecamatan dan kelurahan masing-masing. Saya minta bantuan ini harus tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang memang membutuhkan," katanya

Seorang penerima bantuan Jumirah (35) mengaku senang dan sangat berterimakasih. Adanya bantuan sosial beras itu cukup meringankan ditengah situasi pandemi Covid-19.

Jumirah menyatakan sehari-sehari bekerja dengan membuka warung kelontong. Tetapi, adanya penerapan PPKM Darurat atau Level 4 kondisi pembeli mengalami penurunan.

"Kalau pagi saya menyediakan sayur mayur, tapi ya sama sepi. Apalagi ini pasar sering tutup kan orang belanja dua hari sekali untuk distok langsung ke pasar yang lebih murah," ujarnya (ris)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved