Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

450 Prajurit TNI AD dari Bataliyon Raider Khusus Aceh Diberangkatkan Ke Papua

Sejumlah 450 prajurit TNI AD dari Kodam Iskandar Muda (IM) diberangkatkan ke Papua. Keberangkatan terbagi dalam tiga gelombang. Untuk gelombang perta

Editor: m nur huda
SERAMBI/BUDI FATRIA
Pangdam IM, Mayjen TNI Achmad Marzuki, mengecek pasukan sesaat sebelum memimpin Upacara Tradisi Pemberangkatan Satgas Pamtas Penyangga (Mobile) Yonif Raider Khusus 114/Satria Musara ke Papua, di Bandara Rembele, Bener Meriah, Senin (26/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, ACEH - Sejumlah 450 prajurit TNI AD dari Kodam Iskandar Muda (IM) diberangkatkan ke Papua.

Keberangkatan terbagi dalam tiga gelombang. Untuk gelombang pertama berangkat pada Senin (26/7/2021) kemarin yang dilepas langsung oleh Pangdam IM, Mayjen TNI Achmad Marzuki, di Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah.

Jumlah prajurit yang diberangkatkan pada gelombang pertama kemarin sebanyak 200 personel dari Bataliyon Raider Khusus (RK) 114/Satria Musara (SM) yang dipimpin langsung oleh Danyon RK 114/SM, Letkol Inf Putra Negara.

Sebanyak 200 prajurit ini diberangkatkan menggunakan dua pasawat Hercules milik TNI-AU dari Bandara Rembele menuju Makasar, dan kemudian dilanjutkan ke Papua.

Sedangkan untuk gelombang kedua, sebanyak 50 prajurit akan diberangkatkan menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Krueng Geukeh, Aceh Utara pada tanggal 29 Juli 2021.

Baca juga: Sejarah Presiden Gus Dur Minta Wiranto Anggap Bintang Kejora di Papua Sebagai Umbul-umbul

Baca juga: Inilah Sosok Mbobugu Anggota KKB Papua yang Ditangkap TNI, Mengetahui 10 Kejahatan Ini

Kemudian, gelombang ketiga akan diberangkatkan kembali sebanyak 200 prajurit menggunakan pesawat Hercules milik TNI-AU pada tanggal 3 Agustus 2021.

Usai melepas keberangkatan para prajurit kemarin, Pangdam IM, Mayjen TNI Achmad Marzuki mengatakan bahwa penugasan prajurit TNI-AD ke Papua ini bertujuan untuk menjaga kedaualatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Semoga prajurit kita diterima dengan baik oleh masyarakat Papua. Kita berdoa agar mereka juga diberikan keberhasilan dan kesehatan dalam bertugas," ujar Pangdam.

Menurutnya, penglepasan pasukan tersebut tetap memperhatikan protokol kesehatan (protkes) demi mencegah penyebaran Covid-19.

"Sebelum diberangkatkan, prajurit sudah kita lakukan test swab antigen, jadi Alhamdulillah aman, karena itu yang diutamakan," imbuhnya.

Kepada para prajurit, Pangdam IM mengatakan bahwa tugas operasi merupakan suatu amanah, kehormatan, sekaligus kepercayaan yang harus dijawab dengan karya, penuh semangat, dedikasi dan disiplin.

"Penugasan operasi merupakan suatu kebanggaan, karena Negara mempercayakan tugas kemiliteran kepada kalian. Saya yakin, dengan dilandasi niat, kesungguhan, serta kemampuan sebagai seorang prajurit yang profesional, tugas ini akan dapat diselesaikan dengan hasil yang gemilang," ujar Pangdam IM, Mayjen TNI Achmad Marzuki dalam sambutannya.

"Segera lakukan adaptasi begitu sampai di tempat penugasan. Pahami dan hormati kultur, budaya, serta adat istiadat masyarakat di sana. Rebut simpati dan hati rakyat agar terjalin kemanunggalan TNI-Rakyat," sambung Panglima.

Pangdam IM juga berpesan kepada para prajurit yang hendak bertugas menjalani operasi untuk membuktikan hasil latihan yang selama ini telah dilakukan. "Kalian adalah pemain utama. Kalian sudah dilatih dan disiapkan selama di sini, buktikan kalau kalian prajurit Sanggamara yang hebat," tegas Pangdam IM.

Pangdam mengaku sangat bangga kepada Satgas Pamtas Penyangga (Mobile) Yonif RK 114/SM.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved