Berita Jateng
BERITA LENGKAP : Bupati/Wali Kota di Jawa Tengah Diminta Percepat Pencairan Bansos
Banyak masyarakat yang terkena dampakPemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tak terkecuali masyarakat Jawa Tengah.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Banyak masyarakat yang terkena dampakPemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tak terkecuali masyarakat Jawa Tengah.
Karena itu,Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta bupati, wali kota dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di Jawa Tengah segera mempercepat serapan anggaran penanganan Covid-19.
Selain itu, Ganjar juga meminta bantuan sosial untuk masyarakat segera dicairkan.
Hal itu disampaikan Ganjar saat memimpin rapat penanganan Covid-19 di gedung A lantai 2 Pemprov Jateng, Senin (26/7). Rapat dihadiri seluruh bupati dan walikota secara daring serta jajaran OPD di lingkungan Pemprov Jateng.
"Ada dua poin yang kita bicarakan dalam rapat hari ini bersama bupati, walikota dan tentu saja OPD.
Pertama, karena kemarin ramai soal isu anggaran, maka saya minta semua melakukan percepatan serapan. Dan ternyata semua sudah on going proses bahkan majunya cepat sekali," katanya, dalam rilisnya.
Poin kedua adalah tentang bantuan sosial. Ganjar meminta seluruh Bupati/Wali Kota memastikan bantuan yang harus diterima rakyat, segera dicairkan.
"Maka saya minta data-data dari pemerintah pusat untuk segera dibagi. Apakah bansis, bantuan sosial tunai, PKH dan seterusnya.
Saya minta semuanya mendampingi, agar bisa selesai lebih cepat. Termasuk bantuan untuk UKM," tegasnya.
Buka call center
Semua bupati dan wali kota diminta membuat call center agar memudahkan masyarakat bertanya. Hal itu penting agar kalau ada masyarakat yang kelewatan, bisa segera di-backup.
Selain itu, call center tersebut juga bisa digunakan masyarakat untuk menyampaikan uneg-unegnya. Ada yang ingin konsultasi dan laporan lainnya.
"Kami dari Pemprov juga sudah menyiapkan hitung-hitungannya. Nanti kalau ada masyarakat yang belum dapat bantuan dari pusat, kabupaten atau desa, di sinilah tugas Pemprov.
Jadi kami menjadi penjaga gawang terakhir untuk membantu mereka," tuturnya.
Terkait serapan anggaran penanganan Covid-19 di Jawa Tengah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, progres serapan anggaran Covid-19 di Jawa Tengah progresnya terus meningkat. Dari 15,65 persen pada 22 Juli, naik jadi 17,28 persen pada 24 Juli.
"Sampai pagi ini terus bergerak, dan progresnya sekarang sudah naik di angka 17,78 persen. Sudah ada anggaran Rp50,43 miliar yang terserap sampai hari ini. Kondisi ini akan bergerak terus karena beberapa kegiatan sudah dilakukan," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ganjar-bansos-ppkm-darurat.jpg)