Berita Regional
Bisnis Plasma Konvalesen, 1 Kantong Seharga Rp 20 Juta
Ada oknum yang memanfaatkan kepanikan di tengah pandemi Covid-19 dengan menjual plasma konvalesen seharga Rp 20 juta per kantong.
TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Ada oknum yang memanfaatkan kepanikan di tengah pandemi Covid-19 dengan menjual plasma konvalesen seharga Rp 20 juta per kantong.
Palang Merah Indonesia (PMI) Jatim pun telah menerima laporan modus penipuan dengan menjual plasma konvalesen di Sidoarjo
Modusnya, pelaku menawarkan jasa untuk menghubungkan pencari donor plasma dengan calon pendonor.
Syaratnya, pencari donor harus terlebih dahulu mengirimkan sejumlah uang ke pelaku.
Sekadar diketahui, saat ini terjadi kelangkaan plasma konvalesen.
"Ada informasi, bahwa ini menjadi ajang bisnis. Masyarakat kami minta berhati-hati," kata Sekretaris PMI Jawa Timur, Edi Purwinarto, Rabu (28/7/2021).
"Akhirnya sudah ditransfer, namun pendonor tidak ada. Kami sudah mendapatkan laporannya, ada satu kasus di Sidoarjo," katanya.
Edi menjelaskan, pelaku memanfaatkan situasi kalut para pasien. Biasanya, ada juga yang sengaja menyebar kontak melalui media sosial.
"Di grup-grup WhatsApp, sekarang banyak beredar. Bagi yang membutuhkan, silakan menghubungi: namanya ini, nomornya ini, golongan darahnya ini," katanya.
"Keluarga korban yang memang sedang membutuhkan plasma akhirnya menghubungi. Di sini peluangnya bagi pelaku," katanya.
Bahkan, ada pula yang menyebar brosur dengan harga tertentu.
"Saya pernah dapat brosurnya. Per kantong bisa sampai Rp 20 juta," ungkapnya.
Selain dengan menyebar nomor, para pelaku juga ada yang mendekati keluarga pasien di rumah sakit.
"Mereka memanfaatkan kepanikan para keluarga," katanya.
Mengantisipasi hal ini, pihaknya mewanti masyarakat berhati-hati. Ada sejumlah cara menghindari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-kantong-darah-hasil-donor-plasma-konvalesen-dari-pasien-sembuh.jpg)