Olimpiade 2020
Hasil Angkat Besi Olimpiade 2021, Rahmat Erwin Abdullah Raih Medali Ikuti Eko Yuli dan Windy Cantika
Hasil Angkat Besi Olimpiade 2021, Rahmat Erwin Abdullah Raih Medali Ikuti Eko Yuli dan Windy Cantika
Penulis: Fachri Sakti Nugroho | Editor: abduh imanulhaq
Hasil Angkat Besi Olimpiade 2021, Rahmat Erwin Abdullah Raih Medali Ikuti Eko Yuli dan Windy Cantika
Baca Artikel Lainnya tentang Olimpiade 2021 di Sini
TRIBUNJATENG.COM - Indonesia kembali mendapat tambahan medali dari cabang angkat besi di Olimpiade Tokyo 2021, Rabu (28/7/2021).
Kali ini atlet angkat besi, Rahmat Erwin Abdullah yang mendapat medali Olimpiade Tokyo 2021.
Ini merupakan kali ketiga cabor angkat besi memberikan medali untuk Indonesia.
Baca juga: Hasil Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo 2021, Anthony Sinisuka Ginting Pastikan Tempat di Perempat Final
Baca juga: Jaringan TV Korsel Minta Maaf soal Deskripsi Negara di Pembukaan Olimpiade, Haiti: Tidak Cukup
Baca juga: Kabar Gembira dari Angkat Besi Olimpiade 2021, Rahmat Erwin Abdullah Dapat Poin Tertinggi
Baca juga: BERITA LENGKAP : Israel Meradang Sniper Iran Raih Emas Olimpiade Tokyo 2021 Gara-gara Hal Ini
Rahmat yang turun di kelas 73 kg putra mampu tampil cemerlang.
Atlet asal Makassar itu mampu mengangkat beban total 342 kg.
Rinciannya, 152 kg snatch dan 190 kg clean & jerk.
Atas hasil tersebut, Rahmat berhasil menjadi atlet terkuat ketiga dan berhak mendapat medali perunggu.
Medali emas didapat atlet China, Shi Zhiyong.
Shi Zhiyong mampu mengangkat total angkatan 364 kg.
Sedangkan medali perak diraih oleh Julio Roben Mayora dari Venezuela.
Mayora mampu mengangkat total angkatan 350 kg.
Medali Ketiga Indonesia
Sebelumnya, Indonesia sudah mendapat dua medali di Olimpiade Tokyo 2021.
Dua medali tersebut didapatkan dari cabor angkat besi.
Medali pertama disumbangkan oleh atlet angkat besi Windy Cantika Aisah.
Windy berhasil meraih medali perunggu lewat cabor angkat besi kelas 49 kg putri.
Dia sukses mengangkat beban total 194 kg dengan rincian 84 kg snatch dan 110 kg clean & jerk.
Atlet 19 tahun itu kalah unggul dari Chanu Saikhom Mirabai (India) yang mencatatkan 202 dengan rincian 87 kg snatch dan 115 kg clean & jerk yang menyabet medali perak.
Sementara medali emas dipegang oleh lifter asal China, Hou Zhizui, yang berhasil mengangkat beban total 210 kg dengan rincian 94 kg snatch dan 116 kg clean & jerk.
Medali kedua dari cabor angkat besi didapatkan oleh Eko Yuli Irawan.
Eko yang tampil di angkat besi kelas 61 kilogram meraih total angkatan 302 kg dan mendapat medali perak.
Eko Yuli sejatinya tampil apik di kesempatannya kali ini.
Di angkatan snatch, Eko mengawali langkahnya dengan beban 137 kg.
Kemudian di angkatan kedua, Eko menambah beban menjadi 141 kg. Sayangnya usahanya kali ini gagal.
Kegagalan ini membuat Eko tidak bisa mengungguli Li Fabin yang berhasil mengangkat beban 141 kg di kesempatan ketiga.
Memasuki angkatan clean and jerk, Eko harus mengejar selisih 4 kg dari Li Fabin.
Eko Yuli berhasil mengangkat beban pertamanya seberat 165 kg.
Di kesempatan kedua, Eko Yuli mencoba mengangkat beban seberat 177 kg untuk mengejar selisih dari Li Fabin.
Namun beban tersebut terlalu berat untuk diangkat Eko Yuli.
Atlet kelahiran Metro, Lampung ini harus puas berada di posisi kedua dan mendapat medali perak.
Medali ini merupakan medali keempat yang dipersembahkan oleh Eko Yuli di ajang Olimpiade sejak 2008.
Doping Atlet China
Sementara itu, peraih medali emas cabor angkat besi kelas 49 kg wanita Olimpiade Tokyo 2021 Hou Zhihou diduga memakai doping atau obat kuat.
Jika terbukti memakai doping, Hou Zhihou akan mendapat sanksi.
Besar kemungkinan, medali emas Hou Zhihou akan diberikan kepada peraih medali perak, Chanu Saikhom Mirabai dari India.
Sedangkan lifter angkat besi Indonesia Windy Cantika Aisah yang sebelumnya mendapat perunggu akan diganti perak.
Saat ini pihak yang berwenang tengah mendalami kasus tersebut.
Hou Zhihou juga dijadwalkan menjalani tes anti-doping dalam waktu dekat.
"Dia (Hou Zhihou) diminta untuk tetap di Tokyo dan tes akan segera dilakukan," bunyi pernyataan pihak terkait sebagaimana dikutip dari laman Zenger News.
Jika Hou gagal lolos tes tersebut, dua lifter yang berada di bawahnya, yaitu Mirabai Chanu dan Windy Cantika Aisah akan mendapat durian runtuh.
Rinciannya, menurut peraturan di Olimpiade, peraih medali perak berhak mendapat medali emas jika pemenang sebelumnya gagal lolos tes doping.
Mirabai berpotensi mendapat medali emas.
Sedangkan Windy Cantika akan naik ke posisi kedua dan mengamankan medali perak.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/hasil-angkat-besi-olimpiade-2021-rahmat-erwin-abdullah-raih-medali-ikuti-eko-yuli-dan-windy-cantika.jpg)