Breaking News:

Berita Viral

Sniper Iran Raih Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020, Israel Layangkan Kecaman

Dalam Olimpiade Tokyo 2020, Iran berhasil menyabet medali emas melalui atlet menembak mereka Javad Foroughi (41)

Editor: muslimah
Kolase Twitter/tasnimnews.com
Javad Foroughi - Pasukan IRGC Iran 

TRIBUNJATENG.COM - Dalam Olimpiade Tokyo 2020, Iran berhasil menyabet medali emas melalui atlet menembak mereka Javad Foroughi (41).

Javad berhasil merebut medali emas sekaligus medali pertama dari Olimpiade Tokyo 2020 bagi Iran dari cabang olahraga menembak.

Namun, kemenangan Javad ternyata menimbulkan kecaman di Israel karena prajurit militer Iran itu dituduh sebagai penjahat dunia yang tidak pantas mendapatkan medali emas di ajang bergengsi dunia itu.

Melansir The Jerusalem Post, Senin (26/7/2021), Javad yang tergabung dalam Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Pasukan Garda Revolusi Islam Iran tersebut dicap sebagai seorang teroris.

United for Navid mengatakan IRGC “memiliki sejarah kekerasan dan pembunuhan tidak hanya terhadap orang-orang Iran dan pengunjuk rasa di sana, tetapi juga orang-orang yang tidak bersalah di Suriah, Irak dan Lebanon. IRGC adalah organisasi teroris asing yang ditunjuk oleh Amerika Serikat.”

Rezim Iran telah memainkan peran penting dalam memajukan perang diktator Suriah Bashar Assad melawan penduduknya, yang telah mengakibatkan kematian lebih dari 500.000 orang di negara yang terfragmentasi.

United For Navid menulis "kepada IOC awal tahun ini dan memperingatkan mereka tentang kemungkinan kehadiran militer dan bahkan politisi yang menjabat sebagai perwakilan atletik Iran. Pejabat IOC tidak pernah mengambil tindakan apapun. Pemberian medali emas Olimpiade kepada anggota organisasi teroris merupakan penghinaan bagi atlet lain dan tanda hitam di IOC. United for Navid menyerukan penyelidikan segera oleh IOC, dan sampai penyelidikan selesai, penangguhan penghargaan medali apa pun.”

Ellie Cohanim, mantan wakil utusan khusus AS kelahiran Iran untuk memantau dan memerangi antisemitisme di Departemen Luar Negeri AS, mentweet: "Sungguh memalukan bagi Olimpiade. Orang ini telah dianggap sebagai anggota IRGC sebagai organisasi teroris yang ditunjuk."

Tak heran jika Israel mengecam Iran atas segala tindakannya mengingat keduanya saling mencari titik lemah untuk menjatuhkan satu sama lain.

Dalam wawancara televisi, Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran Mayjen. Hossein Salami berbicara tentang kondisi Israel.

Halaman
1234
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved