Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Olimpiade Tokyo 2020

Alasan Marcus/Kevin Minions Kalah dari Malaysia di Perempat Final Badminton Olimpiade Tokyo 2021

Ganda putra wakil Indonesia, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya harus berhenti meraih impian besarnya untuk mendapatkan mendali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Editor: galih permadi
(PEDRO PARDO)
Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kanan) melakukan pukulan di sebelah rekannya Marcus Fernaldi Gideon pada laga perempat final ganda putra Olimpiade Tokyo 2020 melawan Soh Wooi Yik dan Aaron Chia dari Malaysia di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 29 Juli 2021. 

TRIBUNJATENG.COM - Ganda putra wakil Indonesia, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya harus berhenti meraih impian besarnya untuk mendapatkan mendali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Keduanya harus mengakui keunggulan Aaron Chia/Soh Woii Yik di babak perempat final, Kamis (29/7/2021).

Wakil Indonesia ini kalah lewat dua set langsung dengan skor 14-21 dan 17-21 dari Aaron chia/Soh Woii Yik.

Hasil ini membuat Marcus/Kevin harus angkat kaki lebih cepat di ajang Olimpiade.

Sebelum pertandingan ini Marcus/Kevin juga kalah dari wakil China Taipei, Lee Yang/Wang Chi-Lin.

Pertandingan ini terjadi di partai terakhir penyisihan grup dalam drama rubber game 18-21, 21-15, 17-21.

Hasil ini sekaligus menjadi kekalahan kedua beruntun The Minions pada ajang empat tahunan tersebut.

Peforma Marcus/Kevin dianggap mengalami penurunan sejak menyapu bersih dua laga awal di penyisihan grup.

Tanggapan The Minions

Setelah pertandingan pasangan berjuluk Minions itu pun mengakui bahwa lawan bermain lebih bagus dari mereka.

Kevin menyebut, sudah memiliki persiapan maksimal, hanya lawan mereka memang tampil apik.

“Lawan memang bermain lebih baik dari kami hari ini. Pemanasan juga sudah baik hari ini, tetapi ya memang lawan tampil baik saja,” kata Kevin, Kamis (29/7/2021).

“Persiapan kami juga maksimal, tapi hasilnya seperti ini. Terpenting, kami sudah berusaha semaksimal mungkin di sini,” sambungnya.

Sementara itu, Marcus juga mengakui dalam laga ini mereka bermain di bawah tekanan.

Marcus tidak menjelaskan tekanan seperti apa yang dimaksud, namun seperti diketahui ganda putra nomor satu dunia itu memang diharapkan bisa meraih medali emas di ajang ini sehingga tradisi emas dari cabor bulutangkis tetap ada.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved