Wawancara
Bincang Bersama Orangtua Eko Peraih Perak Olimpiade: Wastiah: Nggak Dapat Emas, tak Jadi Beli Sapi
Wastiah dan Saman, kedua orangtua Eko Yuli Irawan, peraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020 cabang angkat besi kelas 62 kilogram
TRIBUNJATENG.COM, LAMPUNG -- Wastiah dan Saman, kedua orangtua Eko Yuli Irawan, peraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020 cabang angkat besi kelas 62 kilogram mengaku sangat bangga dan bersyukur atas prestasi anak mereka.
Menurut keduanya, prestasi itu diraih berkat kerja keras Eko Yuli. Apalagi sang anak berlatih dalam kondisi sehabis sakit.
Berikut petikan wawancara Tribun dengan Wastiah dan Saman di rumah mereka di Tejoagung, Metro Timur, Selasa (27/7).
Bagaimana perasaan ibu setelah mengetahui Eko meraih Perak?
Perasaan saya senang banget. Inginnya sih Eko dapat emas, tapi mungkin rejekinya mungkin disitu, ya terima saja.
Alhamdulillah bersyukur. Saya bangga sekali. Karena Eko juga habis sakit seminggu sebelum olimpiade. Dipaksain latihan terus. Karena cita-cita dia ingin meraih emas.
Sehari sebelum tanding, Eko telpon minta doa dan dukungan. Saya bilang, semoga dapat emas, kalau dapet itu hadiah ulang tahun kamu.
Kemarin nonton langsung saat Eko tanding?
Ya nonton sama-sama keluarga di sini. Pas angkatan kedua itu tidak keangkat sama Eko, kepala saya langsung pening, deg-degan, karena kebetulan saat itu saya lagi nggak enak badan juga.
Kapan komunikasi terakhir?
Sesudah dapat juara, ia telpon saya dan mengucapkan terima kasih doa dan dukungannya. Lalu dia bilang abis tes kesehatan.
Kapan rencana pulang?
Untuk kepulangan ke Lampung dia belum memberitahu, tapi dia bilang gak langsung pulang ke rumah.
Harus karantina juga selama seminggu. Tapi kalau pulang juga ke bekasi rumahnya, ke Lampung kita belum tahu.
Apa janji Eko jika juara?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/update-klasemen-olimpiade-tokyo-2021-medali-angkat-besi-dari-eko-yuli-dongkrak-posisi-indonesia.jpg)