Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Salatiga

BOR Ruang Isolasi Pasien Covid-19 RSUD Salatiga Telah Menurun 65 Persen

Bed Occupancy Rate (BOR) di ruang isolasi pasien Covid-19 RSUD Kota Salatiga diklaim menurun. Penurunan itu, seiring kasus warga yang menjalani perawa

Tayang:
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Direktur RSUD Kota Salatiga dr Riani Isyana 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Bed Occupancy Rate (BOR) di ruang isolasi pasien Covid-19 RSUD Kota Salatiga diklaim menurun.

Penurunan itu, seiring jumlah kasus warga yang menjalani perawatan juga berkurang. 

Direktur RSUD Kota Salatiga Riani Isyana Pramashanti mengatakan kasus Covid-19 di Salatiga dalam beberapa hari belakangan menurun dan banyak pasien yang sembuh.

"Alhasil BOR ruang isolasi pasien Covid-19 menurun 65 persen. Pada pertengahan Juni lalu, ruang isolasi penuh dan sempat terjadi antrean pasien di IGD," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (31/7/2021) 

Ia menambahkan, terkait ketersediaan oksigen stok yang ada sekarang masih mencukupi.

Baca juga: Warga Isoman di Karanganyar Diberi Obat Untuk Tekan BOR Pasien Covid-19

Baca juga: BOR Isolasi Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Rujukan Daerah Karanganyar Mengalami Penurunan

Baca juga: Keterisian BOR Rumah Sakit di Kabupaten Semarang Turun 20 Persen, Bupati Ngesti: Sudah Mulai Stabil

Baca juga: Kasus Covid 19 Melandai Turun, Bed Occupancy Rate (BOR) di Kabupaten Tegal Saat Ini 59 Persen.

Hanya saja, kendala pada proses pengisian karena masih manual sehingga lama apalagi tabung konvensional.

Riani menyatakan, untuk oksigen liquid kendala terbesar di distribusi. Proses pengiriman tidak bisa cepat lantaran  jumlah armada terbatas. 

"Antri isi ulang dipusat pengisian juga lama. Namun ketersediaan oksigen yang kami miliki masih cukup," katanya

Dia berharap, menurunnya kasus Covid-19 akan terus bertahan dan sampai pada level zero Corona sehingga kondisi perekonomian, sosial, dan kesehatan dapat berjalan normal kembali. 

Pihaknya mengingatkan, masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan dan mematuhi anjuran pemerintah. Pasalnya, jika kasus kembali meledak, tenaga kesehatan mulai kewalan karena sangat terbatas. 

"Ini masalah kita bersama, jangan hanya dipahami ada tenaga kesehatan. Sekarang semua harus sehat, agar rumah sakit fokus menangani pasien non Covid-19," ujarnya (ris)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved