Breaking News:

Berita Semarang

Batal Jual Tanah, Pria Gunungpati Semarang Dilaporkan ke Polisi, Kini Masuk Bui

Harga jual tanah di bawah pasaran membuat Suryadi (63) seorang lansia warga Pakintelan RT 05 RW 05 mengurungkan niatnya menjual tanahnya

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Lokasi tanah tersangka  yang dipersengketakan oleh S. Tanah itu batal dijual oleh S karena tidak sesuai kesepakatan awal. Tanah itu akhirnya dialihkan ke pembeli lain. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Harga jual tanah di bawah pasaran membuat Suryadi (63) seorang lansia warga Pakintelan RT 05 RW 05 mengurungkan niatnya menjual tanahnya di Mangunsari RT 03 RW 05  Gunungpati.

Akibat membatalkan menjual tanah  Suryadi harus mendekam di balik jeruji Polsek Gunungpati. 

Tersangka dilaporkan oleh calon pembeli berinisial S dan makelar berinisial MD karena diduga membatalkan jual beli dan menggelapkan uang tanda jadi yang telah diterimanya sebesar Rp 30 juta berserta uang ganti rugi hingga 10 kali lipat.

Ketua RW 05, Sujono mengatakan  tanah seluas 2300 meter milik tersangka yang dihargai calon pembeli berinisial S  senilai Rp 900 juta masih jauh dibawah rata-rata pasaran. 

"Kalau harga tanahnya cuma Rp 900 juta ya murah sekali," ujarnya saat ditemui Tribun Jateng, Minggu (1/8/2021).

Menurutya tanah di lingkungannya yang memiliki akses jalan minimal  Rp 1 juta per meter.

Namun jika tidak memiliki akses harga pasaran tanah sekitar Rp 700 ribu hingga Rp 750 ribu per meter.

"Beda lagi tanah yang berada di jalan raya dari arah Muntal hingga Gunungpati seharga Rp 1,7 juta per meter," tuturnya.

Sujono menuturkan  lokasi tanah milik tersangka bisa mencapai  Rp 1,3 juta per meter. 

Tanah milik tersangka dinilainya memiliki akses dan lokasi yang bagus.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved