Breaking News:

Berita Kendal

Tempat Wisata Ditutup Berkepanjangan, Pelaku Usaha Warung dan Suvenir di Kendal Kelimpungan

Para pedagang yang menumpukan hidupnya di tempat-tempat wisata Kabupaten Kendal mulai berkeluh kesah untuk bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Bupati Kendal Dico M Ganinduto bersama istri Chacha Frederica dan Forkopimda berdialog dengan pelaku usaha di Pantai Ngebum serta memberikan bantuan yang diawali sejak, Sabtu (31/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Para pedagang yang menumpukan hidupnya di tempat-tempat wisata Kabupaten Kendal mulai berkeluh kesah untuk bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19.

Ditutupnya tempat wisata yang berkepanjangan menjadi alasan utama para pedagang yang mulai menjerit.

Di tempat wisata Pantai Ngebum Kaliwungu Kendal, para pedagang mulai kelimpungan mencari pemasukan untuk menutup kebutuhan sehari-hari. 

Masruroh (39), misalnya, pedagang warungan dan pemilik tempat usaha bilas di yang berbatasan dengan Kota Semarang itu.

Perempuan 3 anak ini bercerita, tempat usahanya terpaksa tutup sejak 3 bulan terakhir setelah pengelola Pantai Ngebum menutup tempat wisata mengikuti aturan dari pemerintah.

Baca juga: Di Tangan Pasutri Sragen Ini, Beras Lokal Berjaya di Pasar Internasional, Kirim 1.000 ton ke Arab

Baca juga: Bocah SD Asal Sidomulyo Sragen Jadi Yatim-piatu, Usai Orangtuanya Meninggal Dunia Terpapar Covid-19

Baca juga: Permudah Pendaftaran Vaksinasi, Bupati Tatto Luncurkan Aplikasi Viva Cilacap

Baca juga: Percepat Herd Immunity, Pemkab Semarang Akan Perbanyak Titik Layanan Donor Plasma Konvalesen

Selama itu, Masruroh mengandalkan sisa pendapatan yang ia kumpulkan untuk bertahan hidup.

Sementara sang suami belum bisa mendapatkan tambahan penghasilan yang cukup untuk keluarganya.

"Selama 3 bulan sudah tidak ada pemasukan. Benar-benar lockdown bagi kami. Keluarga saya hanya mengandalkan tabungan, ini juga sudah habis. Suami juga susah cari kerja di waktu seperti ini," terangnya, Minggu (1/8/2021).

Kondisi ekonomi keluarga Masruroh semakin menurun setelah ia terpaksa menjual 2 barang berharganya berupa emas untuk makan.

Ia mengaku terpaksa menjualnya karena sisa tabungannya sudah habis.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved