Breaking News:

Virus Corona

BERITA LENGKAP : Keluarga Pasien Terpaksa Beli Donor Plasma Konvalesen Rp 20 Juta

Mulai terungkap fakta adanya orang yang melakukan jual beli plasma konvalesen. Keluarga pasien Covid-19 makin butuh

kompas.com
ILUSTRASI kantong darah hasil donor plasma konvalesen dari pasien covid yang telah sembuh 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Mulai terungkap fakta adanya orang yang melakukan jual beli plasma konvalesen. Keluarga pasien Covid-19 makin butuh dan bahkan kondisi sangat mendesak, maka calo atau agent terselubung tersebut patok harga makin tinggi.

Tribunjateng.com melakukan penelusuran seluk beluk jual beli plasma ini. Di satu sisi keluarga pasien sangat butuh, sedangkan di sisi lain si calo atau agent juga butuh uang.

Yang katanya, sebagian uang itu diberikan kepada pendonor plasma konvalesen yang mereka rahasiakan namanya. Ada uang ada barang, dan tahu sama tahu.

Terjadinya transaksi jual beli plasma bermula dari unggah status di media sosial. Si A butuh cepat adanya plasma konvalesen jenis golongan darah tertentu. Kebetulan stok darah jenis tersebut tak tersedia di PMI terdekat.

Setelah unggah status di medsos maka tak berapa lama ada orang yang menghubunginya. Bahwa si penelepon ada stok darah plasma konvalesen yang dimaksud. Tapi dia pasang harga tinggi.

Namun karena kebutuhan sangat mendesak, dikejar waktu, dan demi menyelamatkan nyawa saudaranya, maka Si A pun menyanggupi harga dan terjadilah kesepakatan. Pengambilan darah pun tidak melalui PMI.

Entah bagaimana caranya Si A yang penting bisa mendapatkan plasma tersebut demi kesembuhan saudaranya. Dan akhirnya berhasil. Berapapun harga plasma konvalesen dibayarnya dan dia bersyukur, saudaranya sembuh dari Covid.

Seorang warga Kota Semarang sebut saja Roni mengaku ditawari oleh tetangganya, ada tersedia plasma konvalesen dengan imbalan uang Rp 8,5 juta. Selain itu, dia juga tahu bahwa ada temannya rela menebus plasma konvalesen senilai Rp 20 juta.

"Yang penting sudah sepakat. Dan pasien itu sekarang sudah sembuh. Maaf saya nggak berani buka cerita ini," kata Roni kepada Tribunjateng.com. Menurutnya, yang sudah terjadi biarlah, yang penting pasien-pasien itu sudah sembuh dan pulih.

Bukan Kewenangan PMI

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved