Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Virus Corona

BERITA LENGKAP : Keluarga Pasien Terpaksa Beli Donor Plasma Konvalesen Rp 20 Juta

Mulai terungkap fakta adanya orang yang melakukan jual beli plasma konvalesen. Keluarga pasien Covid-19 makin butuh

kompas.com
ILUSTRASI kantong darah hasil donor plasma konvalesen dari pasien covid yang telah sembuh 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Mulai terungkap fakta adanya orang yang melakukan jual beli plasma konvalesen. Keluarga pasien Covid-19 makin butuh dan bahkan kondisi sangat mendesak, maka calo atau agent terselubung tersebut patok harga makin tinggi.

Tribunjateng.com melakukan penelusuran seluk beluk jual beli plasma ini. Di satu sisi keluarga pasien sangat butuh, sedangkan di sisi lain si calo atau agent juga butuh uang.

Yang katanya, sebagian uang itu diberikan kepada pendonor plasma konvalesen yang mereka rahasiakan namanya. Ada uang ada barang, dan tahu sama tahu.

Terjadinya transaksi jual beli plasma bermula dari unggah status di media sosial. Si A butuh cepat adanya plasma konvalesen jenis golongan darah tertentu. Kebetulan stok darah jenis tersebut tak tersedia di PMI terdekat.

Setelah unggah status di medsos maka tak berapa lama ada orang yang menghubunginya. Bahwa si penelepon ada stok darah plasma konvalesen yang dimaksud. Tapi dia pasang harga tinggi.

Namun karena kebutuhan sangat mendesak, dikejar waktu, dan demi menyelamatkan nyawa saudaranya, maka Si A pun menyanggupi harga dan terjadilah kesepakatan. Pengambilan darah pun tidak melalui PMI.

Entah bagaimana caranya Si A yang penting bisa mendapatkan plasma tersebut demi kesembuhan saudaranya. Dan akhirnya berhasil. Berapapun harga plasma konvalesen dibayarnya dan dia bersyukur, saudaranya sembuh dari Covid.

Seorang warga Kota Semarang sebut saja Roni mengaku ditawari oleh tetangganya, ada tersedia plasma konvalesen dengan imbalan uang Rp 8,5 juta. Selain itu, dia juga tahu bahwa ada temannya rela menebus plasma konvalesen senilai Rp 20 juta.

"Yang penting sudah sepakat. Dan pasien itu sekarang sudah sembuh. Maaf saya nggak berani buka cerita ini," kata Roni kepada Tribunjateng.com. Menurutnya, yang sudah terjadi biarlah, yang penting pasien-pasien itu sudah sembuh dan pulih.

Bukan Kewenangan PMI

Ketua PMI Jawa Tengah, Sarwa Pramana, mengatakan pemberian plasma konvalesen harus berdasarkan rekomendasi dari pihak rumah sakit. Sehingga pasien tidak bisa mencari pendonor sendiri, terkecuali ada anggota keluarga yang sesuai.

"Rata-rata yang butuh plasma konvalesen itu kan yang dirawat di rumah sakit. Itu pun harus berdasarkan rekomendasi dokter yang menangani. Setelah itu, pihak rumah sakit akan membuat pengantar untuk minta donor plasma di UDD PMI yang tersedia. Bisa dalam kota maupun luar kota," kata Sarwa Pramana menjawab hal tersebut.

Ia melanjutkan, apabila plasma konvalesen tersedia di PMI dalam kota. Maka plasma akan dikirim menuju ke rumah sakit yang dituju dan yang bekerjasama. Namun apabila tidak ada stok di dalam kota, pihak keluarga diminta untuk mengambil.

"Saat proses pengambilan plasma juga tidak boleh sembarangan. Ada prosedurnya. Berpacu dengan waktu. Jika tidak bisa ambil sendiri bisa minta diantarkan dari pihak PMI yang menyediakan," jelasnya.

Cegah Penipuan

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved