Senin, 1 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Dua Harimau Sumatera yang Terpapar Covid-19 Alami Gejala seperti pada Manusia

Dua binatang bernama Hari dan Tino itu mengalami gejala seperti pada manusia yang terinfeksi virus corona.

Tayang:
(SHUTTERSTOCK.com/TOM117
Ilustrasi Harimau Sumatera 

Karena belum ada studi yang menunjukkan eksudat satwa yang terinfeksi Covid-19 mengandung virus aktif.

Namun, terkait penyebab keterpaparan virus pada kedua satwa, Suzi menyampaikan bahwa pihaknya juga masih melakukan tracing atau penelusuran.

“Hal ini mengingat, pada saat satwa mulai mengidap gejala, Taman Margasatwa Ragunan dalam kondisi ditutup, karena sudah PPKM Darurat.

Kami juga sudah melakukan tracing kepada perawat dan petugas saat satwa sakit, tidak ada yang terpapar Covid-19. Sehingga, kami masih menelusuri penyebabnya,” katanya.

Pastikan seluruh hewan di Ragunan sehat

Dokter Hewan sekaligus Kepala Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR) Endah Rumiyati mengatakan, saat ini tidak ada daftar satwa yang berada di TMR menderita sakit atau bahkan terpapar Covid-19.

Hal itu diungkapkan Endah setelah dua Harimau Sumatera bernama Hari dan Tino dinyatakan pulih dari Covid-19.

"Selain Harimau (bernama) Hari dan Tino tidak ada satwa di dalam TMR ini yang menunjukkan gejala covid jadi hanya harimau hari dan tino," ucap Endah kepada awak media tepat di depan kandang eksibis Harimau, Ragunan, Minggu (1/8/2021).

Adapun kedua Harimau yang telah dinyatakan negatif Covid-19 itu diketahui setelah pihaknya melakukan uji klinis kesehatan.

Hasilnya kata Endah, saat ini baik Hari maupun Tino sudah tidak memiliki gejala kesehatan terpapar Covid-19.

Hanya saja, pihaknya masih akan melakukan uji laboratorium guna memastikan secara detail kondisi kesehatan kedua Harimau Sumatera tersebut.

"Jadi di sini tim medis kami tetap melakukan observasi karena kami sendiri melihat bahwa satwa tersebut secara klinis sudah tidak menunjukkan gejala klinis sakit lagi dan akan kami lanjutkan dengan uji laboratorium untuk memastikan satwa tersebut benar-benar negatif Covid," katanya.

Endah menyebut, penerapan test klinis kesehatan di TMR dilakukan hanya untuk satwa yang memiliki gejala sakit.

Jika tidak, pengecekan klinis kesehatan itu kata dia tidak akan diberlakukan.

Akan tetapi tidak menutup kemungkinan jika ke depan penerapan tes klinis dilakukan untuk seluruh satwa.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved