Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Pasien Covid-19 yang Sempat Dianiaya Warga Toba Meninggal Dunia di Rumah Sakit

Pasien Covid-19 yang sempat dikeroyok oleh warga Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, meninggal dunia di RSUP Haji Adam Malik.

Istimewa
ILUSTRASI penganiayaan. 

TRIBUNJATENG.COM, MEDAN - Pasien Covid-19 yang sempat dikeroyok oleh warga Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, meninggal dunia di RSUP Haji Adam Malik.

Pasien bernama Selamat Sianipar itu mengembuskan napas terkhir pada Minggu (1/8/2021). 

Hal itu dibenarkan oleh Kasubbag Humas RSUP Haji Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak kepada tribun-medan.com melalui telepon seluler. 

Baca juga: Ibu-Ibu Bawa Motor Masuk Ruang IGD Antar Tetangga yang Sakit, Videonya Viral

"Iya benar sudah meninggal tadi sore sekitar pukul 16.30 WIB," kata Rosario. 

Ia menjelaskan, Selamat sudah dirawat sejak 29 Juli 2021 di ruang isolasi untuk pasien Covid-19.

Hal itu juga dibenarkan oleh saudara dari Selamat, bernama Reagen.

Dijelaskan bahwa sampai saat ini pihak keluarga sudah ada yang datang ke RSUP Adam Malik. 

"Jenazah malam ini akan langsung dibawa ke Toba," ujarnya. 

Sebelumnya diberitakan, istri Selamat membenarkan bahwa suaminya hendak menularkan penyakit kepada masyarakat. 

Salamat Sianipar, pasien positif Covid-19 di Toba dianiaya warga.(HO)
Salamat Sianipar, pasien positif Covid-19 di Toba dianiaya warga.(HO) (Tribunnews.com/Istimewa)

"Benar, suamiku (Selamat Sianipar) hendak menularkan penyakitnya yang terpapar Covid-19  kepada masyarakat di daerah Siguti, Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba," kata Risma Sitorus, Sabtu (24/7/2021) malam.

Menurutnya, pada Rabu 21 Juli 2021 kemarin suaminya Selamat Sianipar kabur dari tempat isolasi mandiri yang telah dibuat oleh warga setempat. 

Selamat pun kembali ke rumah dalam kondisi mengalami depresi karena dinyatakan positif Covid-19.

"Pada Kamis 22 Juli 2021 sekira Pukul 17.00 WIB suamiku keluar dari rumah sembari meludahi tangannya mencoba menyentuh warga yang berada didekatnya dengan berteriak dirinya tidak terpapar Covid-19," sebutnya. 

"Ternyata perbuatannya itu membuat warga desa marah.

Sehingga dengan menggunakan kayu serta bambu, warga coba mengamankannya karena takut tertular Covid-19," sambungnya. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved