Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Pasien Covid-19 yang Viral karena Disiksa Warga Telah Meninggal di Rumah sakit

Selamat Sianipar yang dikeroyok warga Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS

Tayang:
Editor: m nur huda
Tribunnews.com/Istimewa
Salamat Sianipar, pasien positif Covid-19 di Toba dianiaya warga.(HO) 

TRIBUNJATENG.COM, MEDAN - Selamat Sianipar, pasien covid-19 yang sebelumnya rekaman videonya viral saat disiksa warga  di Kabupaten Toba akhirnya meninggal dunia.

Selamat Sianipar yang dikeroyok warga Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUP Haji Adam Malik, Minggu (1/8/2021).

Kasubbag Humas RSUP Haji Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak membenarkan kabar tersebut.

"Iya benar sudah meninggal tadi sore sekitar pukul 16.30 WIB," kata Rosario kepada tribun-medan.com melalui telepon seluler.

Ia menjelaskan Selamat Sianipar sudah dirawat sejak 29 Juli 2021 di ruang isolasi untuk pasien Covid-19.

Hal itu juga dibenarkan saudara Selamat, bernama Reagen.

Baca juga: Cerita Sebelum Pasien Covid-19 Diikat & Disiksa Warga, Peluk Bidan Desa hingga Wakapolsek

Baca juga: Seorang Pasien Covid-19 Diikat, Diseret, Dipukuli Warga Gara-gara Isolasi Mandiri di Rumah

Dijelaskan bahwa sampai saat ini pihak keluarga sudah ada yang datang ke RSUP Adam Malik.

"Jenazah malam ini akan langsung dibawa ke Toba," ujarnya.

Baca juga: Pria Positif Covid-19 Disiksa Warga di Sumut, Diikat hingga Diseret di Jalan, Polisi Usut Pelakunya

Baca juga: Dikeroyok Warga karena Coba Tularkan Covid-19 Pakai Ludah, Selamat Sianipar Akhirnya Meninggal Dunia

Sebelumnya diberitakan, istri Selamat membenarkan bahwa suaminya hendak menularkan penyakit kepada masyarakat.

"Benar, suamiku (Selamat Sianipar) hendak menularkan penyakitnya yang terpapar Covid-19 kepada masyarakat di daerah Siguti, Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba," kata Risma Sitorus, Sabtu (24/7/2021) malam.

Menurutnya, pada Rabu 21 Juli 2021 kemarin suaminya Selamat Sianipar kabur dari tempat isolasi mandiri yang telah dibuat warga setempat.

Selamat pun kembali ke rumah dalam kondisi mengalami depresi karena dinyatakan positif terpapar Covid-19.

"Pada Kamis 22 Juli 2021 sekira Pukul 17.00 WIB suami ku keluar dari rumah sembari meludahi tangannya mencoba menyentuh warga yang berada didekatnya dengan berteriak dirinya tidak terpapar Covid-19," sebutnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved