Liputan Khusus
PMI Sebut Biaya Donor Plasma Konvalesen Rp 2,25 Juta Per Kantong
PMI Kota Semarang akan bertindak bila ada oknum pegawai yang bermain atau patok biaya di luar batas ketentuan.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- "Astaghfirullah, insyaallah di Semarang tidak ada nggih," kata Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Semarang, Anna Kartika saat mendengar adanya praktik jual beli plasma konvalesen di luar ketentuan.
Dijelaskannya bahwa terkait biaya, telah diatur secara nasional melalui SK PMI Pusat yang ditandatangani Ketua Umum PMI H Jusuf Kalla.
Bahwa biaya pengganti pengolahan darah (BPPD) sebesar Rp 2.250.000 per kantong. Biaya tersebut untuk mengganti kantong, kit apheresis, reagen pemeriksaan dan lain-lain.
"Kalau di Semarang sudah sesuai biaya itu. Di daerah lain ya bukan kewenangan kami," kata Anna Kartika.
Pihaknya menyarankan kepada masyarakat yang membutuhkan plasma konvalesen agar melapor bila ada yang meminta harga lebih dari itu.
PMI Kota Semarang akan bertindak bila ada oknum pegawai yang bermain atau patok biaya di luar batas ketentuan.
"PMI terus berusaha mendapatkan donor sukarela sebanyak mungkin untuk dapat memenuhi permintaan darah. Jadi mohon penyintas covid secara sukarela berkenan mendonorkan darahnya ke PMI.
Konsolidasi dengan PMI sekitar Semarang untuk dapat membantu pemenuhan permintaan darah. Karena baru beberapa UDD PMI yang dapat memproses darah plasma ini.
Sehingga permintaan darah dari kab/kota lain juga dapat terlayani," tuturnya.
Anna akui stok plasma di tempatnya masih kosong. PMI Kota Semarang memerlukan lebih banyak pendonor plasma darah konvalesen dari para penyintas Covid-19 untuk digunakan sebagai metode pengobatan bagi penderita Covid-19 dengan gejala ringan, sedang, hingga kritis.
Kekosongan stok plasma darah konvalesen disebabkan karena jumlah pendonor tidak sebanding dengan tingginya permintaan.
"Stok kami kosong, karena permintaan banyak tapi donornya masih sulit. Jadi antrian permintaan darah plasma konvalesen akhir-akhir ini meningkat tapi kesediaan donor tidak banyak karena beberapa kendala," katanya.
Kendalanya yaitu informasi data penyitas covid yang masih minim dan syarat donor terutama titer antibodi covid yang sering tidak memenuhi syarat.
Selain kedua hal itu, kendala lainnya adalah masih ada trauma serta rasa takut jarum pada penyintas sehingga menjadikan mereka tidak berkenan untuk donor.
Di Kota Semarang, permintaan plasma konvalesen per bulan sekitar 250-300 kantong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pertamina-mengajak-pekerja-di-lingkungan-pertamina3.jpg)