Olimpiade Tokyo 2020
Diusir dari Tim Olimpiade Tokyo 2020, Atlet Belarusia Ini Mengaku Akan Dihukum jika Berani Pulang
Dia menuding tim nasional memaksanya kembali ke Minsk karena dia mengritik pelatihnya sendiri.
TRIBUNJATENG.COM, TOKYO - Seorang atlet Belarusia di Olimpiade Tokyo 2020, Krystsina Tsimanouskaya, diusir dari tim.
Krystsina Tsimanouskaya mengaku, dia bakal dihukum jika berani pulang ke negaranya.
Dia menuding tim nasional memaksanya kembali ke Minsk karena dia mengritik pelatihnya sendiri.
Baca juga: Gara-gara Kritik Pelatih, Atlet Belarusia di Olimpiade Tokyo 2020 Ini Diminta Tinggalkan Jepang
Setelah bermalam di hotel dekat bandara, Tsimanouskaya rencananya akan bertolak ke Polandia setelah ditawari visa kemanusiaan.
"Mereka sudah menekankan saya akan mendapat hukuman jika pulang.
Mereka bahkan menjabarkan detilnya meski samar-samar," kata Tsimanouskaya.
Dalam wawancara dengan Associated Press, atlet berusia 24 tahun itu juga meminta penyelidikan siapa yang sudah menendangnya dari tim Olimpiade Tokyo 2020.
"Saat ini, yang saya pikirkan hanyalah ingin selamat tiba di Eropa, bertemu orang yang menolong saya, baru memikirkan langkah selanjutnya," ujar dia.
Krystsina Tsimanouskaya mengatakan dia masih ingin melanjutkan kariernya di dunia atletik, karena dia juga baru berusia 24 tahun.
Dia mengaku masih ingin tampil di setidaknya dua edisi Olimpiade.
"Tetapi, yang saya inginkan adalah keselamatan," tegasnya.
Dilansir Sky News Selasa (3/8/2021), suami Tsimanouskaya, Arseniy Zdanevich, dilaporkan juga mengungsi ke Ukraina.
Komite Olimpiade Belarus saat ini dikendalikan oleh Viktor Lukashenko, putra dari Presiden Alexander Lukashenko.
Tokoh oposisi Belarusia Sviatlana Tsikhanouskaya disebut bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, supaya bersedia mendesak Minsk.
Johnson merespons dengan menyatakan dia mendukung Tsikhanouskaya, dan menekankan pembelaan terhadap HAM dan kebebasan sipil.
"Kami sangat mendukung Anda, dan warga Belarus. Saya pikir kami yang pertama menjatuhkan sanksi atas pembajakan Roman Prasevich," papar Johnson.
Dia merujuk kepada mendaratnya pesawat Ryanair secara tiba-tiba di Minsk, yang berujung kepada penangkapan Prasevich, pengritik vokal Lukashenko.
Menteri Luar Negeri Dominic Raab kemudian menyatakan, Inggris sangat mendukung pergerakan demokrasi di Belarus.
"Kami berdiri atas nama solidaritas kepada rakyat Belarus, pergerakan sipil, dan kebebasan media di sana," ucap Raab. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Atlet Belarus yang Diusir dari Tim Olimpiade Mengaku Bakal Dihukum jika Pulang ke Negaranya"
Baca juga: Gagal di Olimpiade Tokyo Markus/Kevin Tetap Ranking Pertama BWF, Greysia/Apriani yang Dapat Emas?