Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kabupaten Tegal

Pedagang di Pasar Pepedan Kabupaten Tegal Galang Donasi untuk Pedagang yang Isoman dan Sakit

Aksi yang dilakukan para pedagang di Pasar Pepedan Dukuhturi Kabupaten Tegal patut dicontoh. 

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Seksi sosial paguyuban Pasar Pepedan, Sehu Amin, sedang berkeliling dengan membawa kardus untuk tempat uang donasi dari pedagang Pasar Pepedan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Selasa (3/8/2021) kemarin. Adapun uang yang terkumpul digunakan untuk membantu pedagang yang sedang sakit, isoman, atau lainnya. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Aksi yang dilakukan para pedagang di Pasar Pepedan Dukuhturi Kabupaten Tegal patut dicontoh. 

Karena mereka berinisiatif menggalang dana dengan nominal seikhlasnya untuk membantu pedagang lain yang sedang isolasi mandiri (isoman).

Tidak hanya pedagang yang sedang isoman, uang hasil galang dana tersebut biasanya juga dipakai untuk membantu pedagang yang sakit, meninggal dunia, dan melahirkan. 

Meski di tengah pandemi Covid-19 dan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sedikit banyak berpengaruh terhadap pendapatan pedagang, namun mereka tetap saling peduli dan berusaha membantu seadanya.

Baca juga: Kisah Apriyani Kecil Dibuatkan Raket Kayu hingga Sukses Meraih Medali Emas Olimpiade Tokyo 2021

Baca juga: Suami Istri Bertengkar, 30 Rumah Ludes Terbakar, Ini Kronologi Peristiwa Mencekam di Palangkaraya

Baca juga: Mengharukan, Ini Video Kronologi Atlet Lompat Tinggi Turki dan Italia Berbagi Medali Emas

Seksi sosial paguyuban Pasar Pepedan, Sehu Amin mengatakan, awal mula gerakan galang dana ini hanya spontanitas tanpa dirancang sebelumnya.

Tak disangka, pedagang di Pasar Pepedan yang saat ini hanya diisi sekitar 50 persen dari jumlah keseluruhan menyambut positif dan mendukung gerakan ini. 

"Alhamdulillah semuanya merespon positif karena prinsip kami dari pedagang untuk pedagang. Dengan kata lain uang donasi yang berhasil dikumpulkan nantinya diberikan kepada pedagang yang sedang sakit ataupun isoman," ungkap Sehu, pada Tribunjateng.com, Selasa (3/8/2021) kemarin.

Terkait proses pengumpulan donasi, Sehu menjelaskan, ia dan rekan-rekan di paguyuban dibantu pihak pasar membuat wadah dari kardus yang terdapat tulisan "donasi pedagang untuk pedagang isoman."

Nantinya ia didampingi petugas pasar keliling ke tiap kios membawa kardus tersebut dan menyodorkan ke pedagang.

Setelahnya pedagang akan memasukkan uang donasi mereka ke dalam kardus tersebut.

Nominal uang yang diberikan tidak dipatok sekian atau ditentukan berapa jumlahnya.

Dengan kata lain seikhlasnya pedagang ingin memberikan berapa atau semampunya.

"Kami tidak menentukan pedagang harus iuran berapa, intinya seikhlas dan semampunya mereka. Boleh Rp 1.000, Rp 2.000, dan lain-lain. Uang yang terkumpul nantinya diberikan ke pedagang Pasar Pepedan yang sedang isoman atau sakit, bisa juga diberikan dalam bentuk sembako," ungkapnya.

Ditanya apakah selama ini sudah pernah memberikan dana yang dikumpulkan untuk pedagang yang isoman, Sehu mengaku sejauh ini belum ada informasi atau laporan mengenai pedagang Pasar Pepedan yang positif Covid-19 lalu melakukan isolasi mandiri.

Hal ini disebabkan, tidak semua pedagang terbuka atau berani jujur semisal terpapar Covid-19 entah ke sesama pedagang ataupun petugas UPTD pasar.

Sehingga sejauh ini laporan yang diterima pedagang sedang sakit dan tidak berdagang beberapa hari kedepan.

Baca juga: Bupati Tiwi Tunjuk Pelaksana Harian Sekda dan 3 Pelaksana Tugas Kepala OPD Lainnya

Baca juga: Kisah Penggembala Ternak yang Dijuluki Tyson Kecil hingga Terkenal di Pentas Angkat Besi Dunia

Baca juga: 55 Pekerja Non PNS di Pemkab Semarang Terima Bantuan Paket Sembako

"Meskipun tidak seberapa, namun semoga apa yang kami lakukan bisa bermanfaat bagi sesama pedagang. Terlebih situasinya juga masih belum kondusif seperti ini," katanya.

Salah satu pedagang di Pasar Pepedan Dukuhturi, Hadi mengapresiasi dan mendukung gerakan galang dana ini.

Menurutnya dengan berdonasi rasa kebersamaan antar pedagang lebih erat, sehingga mereka yang sedang sakit tidak merasa sendiri karena masih ada yang bisa membantu.

"Saya sangat mendukung gerakan ini, karena kita semua saudara kalau ada salah satu yang sakit atau terpapar Covid-19 ya wajib membantu dan berbagi," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved