Breaking News:

Berita Sragen

Luhut Binsar Panjaitan Targetkan Sragen Vaksinasi 15 Ribu Orang Sehari

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan berikan target vaksinasi di Kabupaten Sragen 15 ribu.

Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan (baju putih) ketika melakukan kunjungan kerja di Technopark Sragen, Kamis (5/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan berikan target vaksinasi di Kabupaten Sragen 15 ribu per hari.

Hal ini guna memenuhi target 75 persen capaian vaksinasi di wilayah aglomerasi Soloraya di akhir bulan Agustus.

Luhut menyampaikan hal tersebut hasil diskusi dengan Menkes Terawan Agus Putranto.

Luhut menyampaikan hal tersebut usai melakukan kunjungan kerja ke Gedung Isolasi Terpusat Technopark bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Tidak hanya itu, didampingi Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Forkopimda Luhut juga menyempatkan meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Desa Krebet, Kecamatan Masaran, Sragen

"Tadi diskusi dengan menteri kesehatan, Soloraya kita mau (capaian vaksin) supaya 75 persen akhir bulan ini, di Sragen bersama TNI-Polri dengan bupati kita mau 15 ribu per hari," kata Luhut usai pantau vaksinasi, Kamis (5/8/2021).

Luhut sekaligus Koordinator penanggulangan Covid-19 itu menyampaikan, target tersebut disambut oleh Pemkab Sragen, Pemkab siap mendorong pelaksanaan percepatan vaksinasi di Sragen.

Lebih lanjut, Luhut menyampaikan Agustus ini pihaknya mentargetkan vaksinasi sebesar 72 juta di seluruh Indonesia. Sementara di Jawa ditargetkan 35-36 juta vaksin.

Angka tersebut dikatakannya berbeda dengan vaksinasi dosis ketiga, moderna untuk para nakes.

Pihaknya mencatat ada 1,4 juta Nakes yang sudah dibagi dari bulan lalu.

Salah Persepsi

Pada kesempatan itu, Luhut menyampaikan sekarang ini masyarakat salah persepsi bahwa dengan efikasi vaksin rata-rata 60% bisa mencapai Herd Immunity.

"Jadi oleh ahli-ahli kita dari dewan guru besar UI, UGM, Airlangga itu bersepakat yang kita capai itu adalah bagaimana mengendalikan dengan tiga hal satu dengan vaksin."

"Yang kedua itu 3T, testing, tracing dan treatment dan ketiga dengan 3M. Jadi jika ini kita bisa kelola dengan baik kita relatif bisa mengendalikan ini," terangnya.

Dirinya menyampaikan jika hanya dengan vaksinasi Covid-19 belum bisa mengendalikan Pandemi. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved