Jumat, 12 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Olimpiade Tokyo 2020

Olimpiade Tokyo 2020 Turut Selamatkan Bumi dari Limbah HP, Begini Caranya

Fakta ini mendorong pihak penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 untuk mencetuskan inisiatif untuk membuat medali yang terbuat dari HP bekas.

Tayang:
Tribunnews.com/Istimewa
Medali Olimpiade Tokyo (Courtesy of Tokyo 2020) 

TRIBUNJATENG.COM - Teknologi komunikasi berkembang sangat cepat, seolah tak pernah berhenti untuk istirahat sejenak.

Dari 250 juta penduduk Indonesia, lebih dari 100 juta orang aktif menggunakan telepon pintar, demikian data yang tersaji di laman resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Tingginya tingkat kepemilikan ponsel ini tentu bukan hanya terjadi di Indonesia.

Baca juga: Lulusan Harvard Calon Epidemiolog Ini Sabet Medali di Olimpiade Tokyo 2020

Industri elektronik global terus menerus meluncurkan HP model terbaru, dan konsumsinya terus meningkat.

Lalu, kemana perginya gawai-gawai lama yang sudah tak terpakai?

Sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah dan menumpuk.

Berdasarkan data The Global E-waste Monitor 2020, sampah elektronik di seluruh dunia mencapai 53.6 million metric tonnes (Mt) di tahun 2019.

Hanya 17,4 persennya saja yang didaur ulang.

Asia pun dinobatkan sebagai benua penghasil sampah elektronik terbesar di dunia.

Sampah elektronik mengandung zat-zat beracun, dan merupakan ancaman bagi lingkungan maupun kesehatan.

Padahal, jika dikumpulkan, sampah-sampah elektronik ini dapat menghasilkan perunggu, perak, dan emas yang nilainya mencapai US $57 miliar.

Fakta ini mendorong pihak penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 untuk mencetuskan inisiatif untuk membuat medali yang terbuat dari HP bekas.

Melalui inisiatif yang disebut Proyek Medali Tokyo 2020, Panitia Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo mengumpulkan HP bekas dari masyarakat di seluruh penjuru Jepang.

Proyek ini sekaligus menjadikan Olimpiade Tokyo 2020 sebagai yang pertama dalam sejarah Olimpiade dan Paralimpiade yang melibatkan masyarakat dalam produksi medali, dan pembuatan medali menggunakan logam hasil daur ulang.

HP bekas yang terkumpul kemudian dibongkar dan diekstraksi kandungan logamnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved