Berita Solo
17 Agustusan, Kapolresta Solo Imbau Masyarakat Tak Mengadakan Kegiatan Berpotensi Kerumunan
Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengimbau masyarakat untuk tidak mengadakan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengimbau masyarakat untuk tidak mengadakan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.
Terlebih menjelang peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus.
Ade berharap semua sabar dalam situasi pandemi ini dan patuh kepada prokes yang berlaku.
"Saya mengimbau agar tidak mengadakan kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan," ucap Ade, Jumat (6/8/2021).
Mantan Kapolres Karanganyar itu menegaskan, kegiatan kerumunan sangat berpotensi untuk menyebarkan dan menularkan virus corona.
Baca juga: Pakai Tanduk Kerbau untuk Bekam, Arif Buka Pengobatan Gratis Setiap Hari Minggu
Baca juga: Pemkab Pekalongan Akan Tambah Ruang Isolasi Mandiri
Baca juga: Alasan Hotman Paris Sebut Dinar Candy Seharusnya Tak Jadi Tersangka Pornografi
Apalagi virus corona yang saat ini dihadapi adalah varian Delta.
Di mana, lanjut Ade, varian Delta ini tingkat penyebaran sangat cepat dan agresif.
Hal ini yang menjadi perhatian semua pihak, salah satu strategi yang dia lakukan adalah memisahkan masyarakat yang sehat dengan yang terkonfirmasi Covid.
"Karena tingkat penyebarannya ini luar biasa masifnya, agresifnya," ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka melarang aktivitas penyelenggaraan peringatan Hari Kemerdekaan yang dapat menimbulkan kerumunan.
Larangan itu juga tertulis dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Solo Nomor 067/ 2377 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.
"Kalau keadaannya masih seperti ini lomba-lomba, tirakatan ya otomatis kita tunda dulu," ucap Gibran.
Dia menambahkan, grafik perkembangan kasus di Solo sudah mulai menurun. Tetapi masih belum baik-baik saja.
"Kita masih harus menahan diri lagi," jelasnya.
Baca juga: Tak Ada Kirab Kebo Bule Malam Satu Suro di Keraton Solo
Baca juga: Lirik Lagu dan Chord Gitar Pesan Terakhir Lyodra.
Meski grafik perkembangan kasus Covid-19 di Solo sudah mulai menurun, tetapi angkanya masih fluktuatif.
Hal tersebut yang membuat situasi pandemi Solo masih tetap bertahan di level 4.
"Yang dilihatkan bukan cuma angka hariannya saja. Yang dilihat BOR-nya. BOR ICU kita masih tinggi. Angka kematiannya masih cukup tinggi," tandasnya. (*)