Breaking News:

Berita Sragen

19 Napi Lapas Tertular Virus Corona Mantan Direktur RSUD Sragen

Sebanyak 19 warga binaan Lembaga Kemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sragen jalani isolasi usai satu warga binaan meninggal dunia akibat Covid-19.

Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Lapas Sragen. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sebanyak 19 warga binaan Lembaga Kemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sragen jalani isolasi usai satu warga binaan meninggal dunia akibat Covid-19.

Mereka terkena tracing setelah eks Direktur RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Djoko Sugeng mengeluh sesak nafas sejak 21 Juli 2021 lalu.

Kasi Pembinaan Nara Pidana dan Anak Didik Lapas Kelas IIA Sragen, Agung Hascahyo mengatakan awalnya pihaknya melakukan tracing kepada mereka yang satu kamar dengan almarhum dan sampel acak.

Namun pada (2/8/2021) akhirnya pihaknya melakukan swab antigen massal kepada sebanyak 522 warga binaan Lapas Kelas IIA dengan 19 orang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.

"Setelah almarhum Djoko Sugeng dinyatakan positif kami melakukan tracing ke kamar yang bersangkutan dan mengambil sampel acak."

"Namun 2 Agustus kami lakukan swab antigen massal dengan 19 orang positif Covid-19," terang Agung kepada Tribunjateng.com, Jumat (6/8/2021).

Tanpa Gejala

Agung melanjutkan mereka yang terkonfirmasi Covid-19 melakukan isolasi mandiri di blok yang disediakan khusus untuk isolasi selama 14 hari terhitung mulai (2/8).

Untuk memantau mereka, Agung mengatakan pihaknya telah menyediakan tim medis Lapas Sragen tentunya dengan memakai APD lengkap.

"Mereka semua tanpa gejala, kami beri tambahan vitamin setiap harinya. Untuk mengecek ada tim medis dari Lapas Sragen selama empat hari ini tidak ada keluhan," lanjut Agung.

Penghuni lapas sendiri telah dilakukan vaksinasi pada (23/7/2021) lalu oleh serbuan vaksinasi dari Kodim 0725/Sragen. Dari 522 warga binaan baru 190 sudah divaksin.

Sisanya belum dilakukan vaksinasi dikarenakan terkendala Nomor Induk Kependudukan (NIK). Mengingat saat itu, edaran dari Menkes yang memperbolehkan vaksin meskipun tidak mempunyai KTP belum berlaku.

Mengantisipasi warga binaan terpapar Covid-19, Agung mengatakan telah memperketat protokol kesehatan. Seperti mewajibkan semua bermasker dan pemberian vitamin.

"Mencegah terpapar seluruhnya wajib melaksanakan Prokes terutama memakai masker, pemberian multivitamin Setya program jemur badan setiap hari," kata Agung.

Untuk kelanjutan vaksinasi, Agung mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan melakukan vaksinasi bagi mereka yang belum terdata NIK. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved