Breaking News:

Berita Sragen

Jelang Bebas, Mantan Direktur RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen Djoko Sugeng Meninggal Dunia

Setelah dinyatakan positif Covid-19, almarhum di rawat di ruang ICU Isolasi Covid-19. Hingga pada hari ini Djoko dinyatakan meninggal dunia

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Mantan Direktur RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Djoko Sugeng (rompi merah) pasca pemeriksaan di Kejari Sragen, Rabu (12/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Mantan Direktur RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Djoko Sugeng meninggal dunia di ICU RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Jumat (6/8/2021) pukul 09.50 WIB.

Djoko Sugeng dinyatakan meninggal dunia akibat terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Saat ini jenazahnya masih berada di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

Rencananya, akan dilakukan penghormatan terakhir dan salat jenazah terlebih dahulu oleh para nakes sebelum dimakamkan di Magelang.

Dari data yang dihimpun, almarhum sendiri sebelumnya menjadi warga binaan di Lembaga Kemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sragen sejak Agustus 2020.

Kasi Pembinaan Nara Pidana dan Anak Didik Lapas Kelas IIA Sragen, Agung Hascahyo mengatakan almarhum dilarikan ke RSUD sejak Rabu (21/7/2021) pukul 11.00 WIB lalu.

"Almarhum dirujuk dengan keluhan demam, batuk, sesak nafas, lemas dan mual-mual. Setelah dirumah sakit dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan dinyatakan terkonfirmasi Covid-19," terang Agung kepada Tribunjateng.com.

Setelah dinyatakan positif Covid-19, almarhum di rawat di ruang ICU Isolasi Covid-19. Hingga pada hari ini Djoko dinyatakan meninggal dunia.

Riwayat Penahanan

Almarhum sendiri mulai di tahan dan masuk Lapas Kelas IIA Sragen (12/8 2020) terkait kasus korupsi pengadaan ruang operasi RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen 2016 lalu.

Putusan Pengadilan Tinggi, Djoko divonis selama 6 tahun dan mengajukan banding dan oleh Pengadilan Negeri Tipikor Jateng diputus satu tahun enam bulan kurungan

"Kembali mengajukan Kasasi, akhirnya Mahkamah Agung diputus 1 tahun 6 bln subsider tiga bulan dan denda 50 juta," terang Agung.

Dari masa tahanan hingga saat ini, almarhum akan bebas pada 11 Agustus 2021 apabila membayar denda, jika tidak akan bebas 9 September 2021). (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved