Breaking News:

Berita Sragen

Status PPKM di Sragen Turun ke Level 3, Bupati Tak Mau Ada Pelonggaran

Kabupaten Sragen turun dari Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 menjadi Level 3 di perpanjangan PPKM Level Jawa-Bali (10-/16/8/2021).

Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Penutupan akses exit tol Pungkruk Sidoharjo Sragen pada PPKM Darurat beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Kabupaten Sragen turun dari Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 menjadi Level 3 di perpanjangan PPKM Level Jawa-Bali (10-16/8/2021).

Hal tersebut berdasarkan hasil rapat evaluasi seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Tengah bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo Senin kemarin.

"Wilayah aglomerasi Soloraya sudah turun semua ke level 3, yang ada di Level 4 hanya ada dua Kabupaten di Jawa Tengah menurut perhitungan Provinsi," kata Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Dari hasil penurunan level tersebut, Yuni menilai pemberlakuan PPKM Darurat hingga Level di Sragen cukup efektif. Salah satu indikator ialah angka positivity rate Covid-19 yang mengalami penurunan.

Bupati menyampaikan kasus Covid-19 memang sudah mulai agak melandai, namun bukan berarti pihaknya akan melakukan pelonggaran, ditakutkan terjadi out break.

"Catatan yang penting adalah kasus sudah mulai agak melandai tapi bukan berarti kita loss lagi karena kita tidak mau terjadi outbreak seperti kemarin," kata Yuni.

Meskipun angka positivity rate sudah turun, Yuni mengatakan angka kematian di Sragen masih cukup tinggi yakni mencapai 5 persen per hari ini, Selasa (10/8/2021).

Yuni belum bisa memastikan tambahan angka kematian ini dari faktor mana, bisa saja banyaknya warga yang Isoman dirumah ataupun faktor lain.

Yang menarik, Yuni mengatakan daerah-daerah yang cakupan vaksinnya cukup baik angka kematian lebih rendah dibandingkan daerah yang cakupan vaksinasi dibawah 20 persen.

Hla ini membuktikan bahwa vaksinasi efektif, sehingga daerah yang vaksinasinya rendah akan terus dikejar agar cakupan vaksinasi tinggi.

"Jadi vaksin itu efektif, bisa dikejar vaksinnya daerah yang cakupannya masih rendah nanti akan dikirimkan vaksin dibandingkan yang tinggi," kata Yuni.

15 Ribu Vaksinasi Setiap Hari

Target yang disampaikan Menko Marves Luhut Panjaitan ketika berkunjung di Sragen Kamis lalu belum bisa dilakukan. Mengingat vaksin belum mulai didistribusikan.

"15 ribu dosis per hari belum karena vaksinnya belum ada. Kemarin kami berhasil menyuntikkan sehari 5 ribu, sebagai pemanasan lah," katanya. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved