Breaking News:

Berita Slawi

BERITA LENGKAP: Sekuriti Diancam dengan Airsoft Gun, Komplotan Rampok Satroni Pabrik Garmen di Tegal

Resmob Satreskrim Polres Tegal berhasil membekuk komplotan pencuri komplotan perampok yang menyatroni pabrik garmen, PT SAI Garment

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/ Desta Leila Kartika
Kasus pencurian di PT. SAI Garment, Desa Kedungkelor, Kecamatan Warureja, beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh komplotan pencuri dan mengakitbakan kerugian mencapai lebih dari Rp 100 juta. Berlokasi di halamam Polres Tegal, Selasa (10/8/2021).  

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI -- Resmob Satreskrim Polres Tegal berhasil membekuk komplotan pencuri komplotan perampok yang menyatroni pabrik garmen, PT SAI Garment, Desa Kedungkelor, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal. Dalam aksinya, komplotan pencuri itu tidak segan-segan mengancam dan melukai korban dengan senjata airsoft gun.

Para pelaku yang tertangkap berjumlah empat orang. Dalam aksi mereka, 25 Juli lalu, para pelaku memanfaatkan kondisi di area pabrik yang sepi jauh dari pantauan orang lain dan memanfaatkan kelengahan sekuriti yang bertugas.

Kapolres Tegal AKBP, Arie Prasetya Syafa'at menjelaskan, para pelaku melompati pagar bagian belakang pabrik. Setelah berhasil masuk ke area dalam, tersangka langsung menodongkan airsoft gun ke tiga sekuriti yang berjaga. Mereka juga mengikat tangan korban dengan tali serta menutup mulut korban dengan lakban hitam.

Setelah menyekap ketiga sekuriti, pelaku langsung mengambil brankas berisi uang Rp 3,5 juta dan kabel tembaga di dalam pabrik.

“Mengingat kabel jaringan terbuat dari tembaga sehingga kerugian mencapai Rp 100 juta," ungkap Arie dalam gelar perkara di Mapolres Tegal, Selasa (10/8).

Setelah berhasil menggasak brankas dan kabel tembaga, pelaku langsung pergi meninggalkan pabrik dan membiarkan korban dalam keadaan terikat dan mulut terlakban.

“Mereka mengaku, uang hasil penjualan kabel tembaga dibagi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” katanya.

Arie menambahkan, selain di Tegal, pelaku juga melakukan perbuatan yang sama di wilayah PLTU Kanci, Cirebon, dan wilayah Ligung, Majalengka, Jawa Barat.

Dari keempat pelaku yang sudah tertangkap dan merupakan warga Cirebon. “Ada satu pelaku yang masih dilakukan pengerjaan sehingga statusnya daftar pencarian orang (DPO),” katanya.

Salah satu pelaku, Muadi Susandi mengaku, dari hasil penjualan ia mendapat jatah Rp 7,5 juta. Muadi merupakan ketua komplotan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved