Breaking News:

Berita Kendal

Bupati Kendal Minta Ijin Gubernur Jateng untuk Membuka Tempat Wisata

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto tengah mempersiapkan 3 tempat wisata untuk dilakukan simulasi pembukaan.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Pantai Ngebum Kaliwungu, Kendal sepi dari pengunjung setelah ditutup selama 1 bulan terakhir terdampak PPKM, Kamis (12/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Bupati Kendal, Dico M Ganinduto tengah mempersiapkan 3 tempat wisata untuk dilakukan simulasi pembukaan. Tiga tempat wisata yang rencananya dipilih adalah Pantai Ngebum, Pantai Indah Kemangi, dan satu wisata yang masih dalam pembahasan.

Bupati Dico mengatakan, rencana pembukaan tempat wisata digagas seiring menurunnya kasus Covid-19 di Kabupaten Kendal. Dengan tujuan untuk mengaktifkan kembali para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di tempat wisata yang mengalami mati suri terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kata Dico, gagasannya sudah diajukan ke Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu. Katanya, Gubernur sudah mengizinkan dengan beberapa catatan. Pertama, tidak boleh langsung dibuka, namun harus dilakukan simulasi pembukaan bagi tempat wisata yang telah ditunjuk dan paling bagus manajemen protokol kesehatannya. 

"Pak Gubernur intruksinya harus ada simulasi dulu, dan nanti harus benar-benar dijaga protokol kesehatannya dengan ketat," terangnya, Kamis (12/8/2021).
  
Dico memastikan, jika simulasi persiapan pembukaan tempat wisata bisa dilakukan dalam waktu dekat, pihaknya akan memprioritaskan tempat wisata yang paling banyak UMKM terdampak. Dengan itu, beban yang dipikul para pelaku usaha di tempat wisata akan kembali normal secara bertahap.

Dico melanjutkan, sebelum dilakukan simulasi pembukaan wisata, Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata setempat akan menyiapkan protokol kesehatan yang terbaik.

Di antaranya, penjualan tiket secara online, pembatasan kapasitas pengunjung, penyuntikan vaksin kepada pedagang dan pengunjung, serta pembentukan posko relawan prokes yang melibatkan warga sekitar hingga pedagang. 

Ia berharap, jika simulasi ini berhasil, akan diikuti pembukaan tempat wisata lainnya. Mulai dari tempat wisata milik Pemda, swasta, dan juga tempat wisata yang dikelola Bumdes atau pihak desa.

"Seperti Ngebum, banyak UMKM-nya. Nanti kita siapkan mekanismenya yang terbaik, misal pendaftaran online, juga harus ada posko nanti yang didalamnya relawan Covid-19. Kita harapkan simulasi ini bisa berjalan pada September nanti, pelan-pelan," tuturnya. 

Ketua Bumdes Moro Berkah Pantai Ngebum Desa Mororejo Kecamatan Kaliwungu, Abdullah Faqihudin mengatakan, ada 146 pelaku usaha di Pantai Ngebum yang terdampak PPKM karena tidak bisa jualan.

Para pedagang juga terus menanyakan kepada pengelola kapan tempat wisata bisa dibuka kembali. Dengan alasan, kondisi ekonomi pedagang semakin memprihatinkan karena tidak ada pemasukan selama PPKM berlangsung. 

"Ya tidak bisa dipungkiri, pelaku usaha memang sangat terdampak, termasuk pengelolanya. Pariwisata berhenti, ekonomi kreatif juga macet. Kami harap tempat wisata diizinkan buka kembali, agar perekonomian di dalamnya kembali naik," tutur Abdullah.

Untuk mengisi luang selama penutupan wisata, pengelola Pantai Ngebum melakukan peninggian jalan yang terdampak rob, perawatan fasilitas, dan penanaman pohon di bibir pantai. Dengan itu, Pantai Ngebum sudah siap ketika pemerintah mengizinkan tempat wisata dibuka kembali. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved