Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Sejarah

Jenderal Soedirman 12 Jam di Rumah Samiyen di Gunungkidul: Pakaian Putih, Hanya Mau Dipanggil Kang

Pendiam tak banyak bicara, sosok Jenderal Soedirman digambarkan Samiyen yang waktu berjumpa masih kecil

Tayang:
Editor: muslimah
KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO
Samiyem pemilik Rumahnya yang disinggahi Jenderal Soedirman saat Bergerilya di Gunungkidul 

TRIBUNJATENG.COM - Pendiam tak banyak bicara, sosok Jenderal Soedirman digambarkan Samiyen yang waktu berjumpa masih kecil.

Sang jenderal menginap 12 jam di rumahnya.

Ini kisah dari Mbah Samiyem.

Jenderal Soedirman, Sang Guru yang jadi Panglima Besar: jenderal yang tak sudi dilecehkan
Jenderal Soedirman, Sang Guru yang jadi Panglima Besar: jenderal yang tak sudi dilecehkan (INTISARI)

Jenderal Besar TNI (Anumerta) Raden Soedirman melakukan serangan gerilya dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur pada Desember 1948 sampai Juli 1949.

Selama perjalanan panjang perang gerilya, Soedirman melewati berbagai wilayah termasuk Gunungkidul.

Baca juga: Kisah Pak Harto Suguhkan Pop Mie ke Tamu, Ini Deretan Makanan Favorit Tujuh Presiden RI

Baca juga: Hanya 1 Pertanyaan Soekarno ke Regu Tembak Setelah Hukuman Mati Dilakukan: Bagaimana Sorot Matanya?

Dikutip dari buku 'Peran Gunungkidul dalam Perang Gerilya Jendral Soedirman' karya Rudi Winarso dan Pamuji Raharjo, rute gerilya sepanjang 1009 kilometer yang dimulai dari Bintaran pada 19 Desember 1948 dan berakhir di Ndalem Mangkubumen 10 Juli 1949.

Sebelum Perintah Kilat No.1.PB/D/48 diumumkan, jauh hari TNI membuat keputusan berupa perintah Siasat No.1/Stop/48/5/48 yang ditandatangani Soedirman.

Inti dari Perintah Siasat ini adalah TNI berjuang bergerilya.

Rute Perang Gerilya Rakyat Semesta dari Kota Yogyakarta-Bantul-Gunungkidul-Wonogiri-Pacitan-Ponorogo-Trenggalek-Tulungagung-Kediri-Nganjuk-Sleman.

Selama di Gunungkidul, Jenderal Besar TNI Soedirman singgah di rumah warga.

Salah satunya di Padukuhan Karangtengah, Kalurahan Karangduwet, Kapanewon Paliyan.

Rumah itu saat ini dihuni oleh pasangan Siswo Suparjiyo (90) dan Samiyem (80).

Ditemui Kompas.com di rumahnya, Samiyem dan Suparjiyo tengah menata singkong hasil kebun di samping rumah.

Samiyem mengaku masih kecil saat Pak Dirman datang ke rumah milik orangtuanya Sayuk Marto Pawiro.

Jika merujuk data sejarah, kedatangan Pak Dirman pada 20 Desember 1948 setelah melakukan perjalanan dari Girisekar, Panggang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved