Opini

OPINI Dr HM Hartopo, MM, MH : Sinergi Atasi Pandemi, Semangat Mengubah “Tersangka” Menjadi “Jawara”

Memulai tulisan ini saya ingin menyampaikan selamat kepada para pebulutangkis kita, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu yang telah menjadi jawara

Istimewa
Dr HM Hartopo, MM, MH : Sinergi Atasi Pandemi, Semangat Mengubah “Tersangka” Menjadi “Jawara” 

Oleh : Dr HM Hartopo, ST, MM, MH

Bupati Kudus

Memulai tulisan ini saya ingin menyampaikan selamat kepada para pebulutangkis kita, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu yang telah berhasil menjadi jawara bulutangkis ganda putri olimpiade dan mempersembahkan emas satu-satunya bagi Indonesia. Juga kepada para atlet kita yang telah berjuang demi kejayaan bangsa

Apa yang mereka lakukan sungguhlah tidak mudah. Mungkin kita yang melihat hanya bisa melempar komentar tanpa memahami apa yang menjadi beban mereka. Setapak demi setapak, mereka berjuang untuk menyingkirkan segala rintangan dan menaklukkan semua tantangan.

Bahkan tak jarang mereka harus membalikkan keadaaan. Ketertinggalan menjadi sebuah kemenangan. Sungguh, keberhasilan mereka menjadi berita yang membahagiakan di tengah berbagai kabar duka akibat pandemi covid-19 ini. Selamat, sekali lagi selamat.

Saya memahami perjuangan mereka. Karena di Kudus, perjuangan yang “sama” pun pernah kita lakukan. Itu terjadi pada saat dimulainya pandemi di awal tahun lalu. Setahun lebih kita berjibaku menahan laju penularan virus covid-19 sambil berupaya terus mendorong berjalannya roda perekonomian di daerah. Hal yang saya yakin hampir di banyak daerah di Indonesia mengalami hal yang sama.

Cukupkah? Ternyata belum. Ujian sebenarnya datang saat libur lebaran. Sebenarnya, banyak yang telah memberi peringatan bahwa libur lebaran berpotensi menjadi waktu rawan munculnya gelombang baru penularan virus covid 19.

Dr HM Hartopo, MM, MH : Sinergi Atasi Pandemi, Semangat Mengubah “Tersangka” Menjadi “Jawara”
Dr HM Hartopo, MM, MH : Sinergi Atasi Pandemi, Semangat Mengubah “Tersangka” Menjadi “Jawara” (Istimewa)

Pemerintah pusat pun bahkan telah mengambil kebijakan dengan memangkas cuti bersama menjadi hanya beberapa hari saja. Namun itupun ternyata belum cukup untuk membendung munculnya hantaman baru virus ini di kabupaten Kudus.

Dengan sangat cepat, kasus aktif di Kudus naik dalam tempo yang singkat. Pandemi yang perlahan sudah bisa kami kendalikan sebelumnya, tiba-tiba menjadi liar dan menebar ketakutan baru. Sebelumnya di bulan april 2021, kasus aktif hanya sekitar 50-an kasus saja dan tidak ada yang dirawat di Rumah Sakit. Namun pada 12 Juni 2021, melejit menjadi 2.342 dengan kasus harian mencapai 500 kasus. Angka kematian pun mencapai 34 perhari. BOR di semua rumah sakit hampir mencapai 100 persen.

Melonjaknya kasus tersebut ditengarai disebabkan oleh adanya tradisi saling mengunjungi dan silaturahmi saat lebaran. Di tambah pula adanya kerumunan di beberapa tempat menjelang lebaran dan abai terhadap protokol kesehatan. Belakangan, kami ketahui bahwa varian delta juga menjadi salah satu penyebab masifnya angka kasus positif di Kudus. Varian baru  yang muncul pertama kali di India ini ternyata telah sampai di Kudus, entah lewat pintu masuk yang mana

Tiba-tiba saja Kudus menjadi viral. Semua mata tertuju pada kabupaten terkecil se-Jawa Tengah ini. Media massa nasionalpun datang silih berganti, berebut ingin tahu kondisi Kudus yang sebenarnya dan bagaimana ini bermula. Begitu pula dengan para tokoh maupun pejabat di tingkat pusat, yang bergantian mengajak rapat koordinasi melalui daring maupun hadir langsung di Kudus.

Dr HM Hartopo, MM, MH : Sinergi Atasi Pandemi, Semangat Mengubah “Tersangka” Menjadi “Jawara”
Dr HM Hartopo, MM, MH : Sinergi Atasi Pandemi, Semangat Mengubah “Tersangka” Menjadi “Jawara” (Istimewa)

Kudus seolah menjadi noda hitam baru di tengah bentangan kain yang sudah mulai cerah warnanya. Semua orang khawatir bahwa apa yang terjadi di Kudus akan merambat ke daerah lain. Kudus kemudian menjadi sorotan, dan hal ini otomatis menjadi sebuah beban tersendiri bagi saya selaku Kepala Daerah.

Pada beberapa kesempatan, saya merasa seolah Kudus menjadi “tersangka”, seiring maraknya kasus-kasus baru di Jawa Tengah. Bahkan, ada yang berseloroh mengatakan bahwa varian ini adalah varian Kudus.

Namun, Alhamdulillah, beban ini tidak menjadi beban yang harus saya tanggung sendiri. Bersama jajaran forkopimda dan stake holder yang lain, kami terus bergerak melakukan upaya-upaya penanganan untuk memutus rantai penularan covid-19 di Kudus.

Dr HM Hartopo, MM, MH : Sinergi Atasi Pandemi, Semangat Mengubah “Tersangka” Menjadi “Jawara”
Dr HM Hartopo, MM, MH : Sinergi Atasi Pandemi, Semangat Mengubah “Tersangka” Menjadi “Jawara” (Istimewa)
Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved