Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Keluh Buruh Pabrik Rokok di Kudus kepada Menteri Purbayu: Seminggu Cuma Kerja 3 Hari

Para pekerja industri kecil hasil tembakau di Kudus secara langsung mengeluh kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
BERBINCANG - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berbincang dengan beberapa buruh pabrik rokok di Aglomerasi Pabrik Hasil Temabakau (APHT) Kudus, Jumat (3/9/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Para pekerja industri kecil hasil tembakau mengeluh kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Mereka meminta jaminan agar bisa tetap bekerja sebagai buruh pabrik rokok sebagai pelinting rokok.

Salah seorang pekerja yang mengeluhkan hal tersebut yaitu Hartini.

Baca juga: Kudus Paling Terdampak Pemangkasan TKD Rp357 Miliar, Ini Alasan Menkeu Purbaya Cegah Penyelewengan

Keluhan itu disampaikan saat Menteri Keuangan Purbaya mengunjungi Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT) di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jumat (3/10/2025).

Hartini mengeluhkan, saat ini dia tidak bisa bekerja setiap hari lantaran kuantitas produksi pabrik rokok tempat dia bekerja selalu menurun.

Perempuan berusia 52 tahun asal Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus tersebut dalam sepekan rata-rata hanya berangkat tiga hari.

“Berangkat kerja kalau ada kerjaan, kalau tidak ada kerjaan melinting tidak berangkat,” ujar Hartini.

Hartini merupakan salah satu buruh rokok di Pabrik Rokok (PR) Rajan Nabadi.

Perusahan rokok kecil ini untuk aktivitas produksinya dilakukan di APHT Kudus bersama dengan belasan produsen rokok kecil yang lain.

Jam kerja Hartini dalam sehari yaitu sejak pukul 06.00 sampai pukul 11.00.

Sekali berangkat bekerja, dia mampu memproduksi sampai 3 ribu batang sigaret kretek tangan.

Upah yang dia terima yaitu Rp35 ribu per seribu batang.

“Untuk tahun ini kadang seminggu kerja dua hari atau tiga hari."

"Kalau tahun kemarin lancar,” kata Hartini.

Kondisi menurunnya produksi ini berimbas pada Hartini yang menurun juga pendapatannya.

Baca juga: SELAMAT, Piala Presiden Nasional U-15 2025 Dibawa Pulang ke Kudus

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved