AC Milan
AC Milan Dinilai Belum Cukup Modal Saingi Juventus: Jangan Mimpi Terlalu Tinggi!
Arrigo Sacchi menyatakan, AC Milan belum memiliki cukup modal dalam terjun di perburuan gelar Scudetto Liga Italia.
TRIBUNJATENG.COM - Arrigo Sacchi, pelatih legendaris yang pernah dimiliki AC Milan, buka suara mengenai perburuan gelar Liga Italia musim ini.
Arrigo Sacchi menyatakan, AC Milan belum memiliki cukup modal dalam terjun di perburuan gelar Scudetto Liga Italia.
Pelatih asal Italia itu menyebutkan setidaknya ada dua indikator mengapa AC Milan belum layak masuk menjadi unggulan peraih titel juara Serie A.
Baca juga: Bek AC Milan Kirim Pesan Peringatan ke Striker Baru AS Roma: Dulu Kita Teman, Sekarang Rival!
Sebagaimana yang diketahui, perburuan gelar Serie A menempatkan tiga tim yang banyak mendapatkan sorotan.
Tim tersebut meliputi AC Milan, Juventus dan Inter Milan.
Juventus memiliki misi yang jelas untuk kembali merengkuh Scudetto Liga Italia musim ini setelah sebelumnya kalah dari Inter Milan.
Bianconeri menginginkan kembalinya Hegemoni yang sempat mereka miliki di Serie A selama sembilan musim beruntun.
Kemudian beralih ke Inter Milan, Nerazzurri berkeinginan untuk menorehkan catatan fantastis dengan back to back Scudetto.
Nerazzurri tetap mengusung misi tertinggi di Serie A meski telah kehilangan Lukaku dan Hakimi.
Sedangkan AC Milan, Rossoneri mencoba untuk menjalankan proyek jangka panjangnya lebih maksimal lagi.
Musim lalu Il Diavolo Rosso finis di urutan kedua klasemen akhir Liga Italia. Capaian Scudetto menjadi misi yang tak bisa ditawar bagi Zlatan Ibrahimovic dkk.
Namun Arrigo Sacchi mengingatkan AC Milan untuk tak terlalu tinggi dalam bermimpi.
Pasalnya, AC Milan ia nilai memiliki beberapa indikator yang belum ada untuk menjadi saingan kuat Bianconeri.
Dua hal yang dimaksud Sacchi adalah pengalaman maupun kualitas pemain.
"Untuk mengimbangi Juventus, AC Milan tak perlu bermimpi yang tinggi."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ac-milan-berhasil-menyamai-rekor-impresif-era-kejayaan-pelatih-carlo-ancelotti.jpg)