Berita Pekalongan
12 Patok Penanda Penurunan Muka Tanah akan Dipasang di Kota Pekalongan
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia berencana akan menambah 12 patok penanda land subsidence Kota Pekalongan.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia berencana akan menambah 12 patok penanda land subsidence atau penurunan muka tanah di Kota Pekalongan.
Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian ESDM tahun 2020, penurunan tanah terjadi sekitar 6 cm per tahun di Kota Pekalongan. Hal itu berdasarkan hasil penelitian geologi terpadu di Pantura meliputi daerah Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, dan Demak.
Kepala Bappeda Kota Pekalongan, Ir Anita Heru Kusumorini mengatakan 12 patok akan ditempatkan di 4 lokasi yang ada di Kota Pekalongan.
"1 lokasi akan di pasang 3 buah patok. 4 titik lokasi tersebut yakni di Kelurahan Panjang Baru dan Degayu untuk wilayah Kecamatan Pekalongan Utara, kemudian di Kecamatan Pekalongan Timur tepatnya di Kelurahan Setono, dan Kecamatan Pekalongan Barat di Kelurahan Tirto," kata Kepala Bappeda Kota Pekalongan Anita Heru Kusumorini, Kamis (19/8/2021).
Anita menjelaskan, sebelumnya sudah ada dua patok yang dipasang di Kota Pekalongan untuk menghitung penurunan tanah yang terjadi, yakni yang terpasang di Stadion Hoegeng yang berada di Kecamatan Pekalongan Barat dan di Kecamatan Pekalongan Selatan.
"Di Stadion Hoegeng menunjukkan penurunan muka tanah sekitar 0,5 cm per bulan, sehingga setiap tahunnya 6 cm sentimeter. Sementara, di Kecamatan Pekalongan Selatan menunjukkan penurunan muka tanah relatif tidak terlalu cepat atau sekitar 0,2 cm per bulan," jelasnya.
Pihaknya menambahkan, penambahan patok penanda penurunan muka tanah dianggarkan dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan saat ini dalam tahap proses pengukuran seismik untuk bisa segera dipasang.
Kemudian, pihaknya masih melihat dari hasil geolistrik untuk mengetahui titik tepat lokasi patok yang akan dipasang.
"Kami berharap semakin banyak patok penanda penurunan tanah, maka semakin jelas daerah mana yang perlu mendapatkan penanganan khusus dengan adanya laju penurunan tanah," tambahnya. (Dro)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/patok-penurunan-tanah-kota-pekalongan.jpg)