Breaking News:

Berita Kendal

Keterisian RS di Kendal Turun dari 95 Persen Jadi 14 Persen, Bupati Dico Terapkan PPKM Level 3

Diberlakukannya Pembatasan Kegiatan Masyarakat dari PPKM Mikro, PPKM darurat hingga PPKM Level 4 di Kabupaten Kendal cukup memberikan hasil yang signi

Editor: rival al manaf
Dok Pemkab Kendal
Bupati Kendal Dico M Ganinduto B.Sc.,menyampaikan Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Diberlakukannya Pembatasan Kegiatan Masyarakat dari PPKM Mikro, PPKM darurat hingga PPKM Level 4 di Kabupaten Kendal cukup memberikan hasil yang signifikan.

Hal tersebut dibuktikan dengan menurunnya kasus aktif per tanggal 17 Agustus 2021 tercatat 307 kasus aktif dari puncak kasus aktif tertinggi pada 26 Juni 2021 sebanyak 1602 kasus.

Tingkat keterisian tempat tidur di Rumah sakit turun dari 95 % pada 9 Juli 2021 menjadi 14 % pada 17 Agustus 2021.

Pernyataan itu disampaikan oleh Bupati Kendal Dico M Ganinduto B.Sc., Kamis (18/08/2021).

Ia juga menyampaikan berdasarkan Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 34 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3 dan Level 2 Corona Virus Desease 2019 di Wilayah Jawa Bali menjadi dasar Kabupaten Kendal masuk ke dalam PPKM Level 3.

Sebagai tindaklanjut Inmendagri No. 34 Tahun 2021, Bupati Kendal Dico Ganinduto mengeluarkan Instruksi Bupati (Inbup) No. 7 tahun 2021 tentang pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 yang dikeluarkan pada 17 Agustus 2021.

Berikut Penerapan PPKM Level 3 di Kabupaten Kendal, yang pertama adalah Sektor Pendidikan Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) dapat dilaksanakan kapasitas 50 %.

Pengecualian PTM pada SDLB, MILB, SMPLB, dan SMALB dan MALB dapat dilaksanakan dengan 62 % hingga 100 ?ngan menjaga jarak minimal 1,5 m serta maksimal 5 peserta didik dalam 1 kelas.

Pembelajaran Tatap Muka juga dikecualikan pada PAUD dengan maksimal 33 ?ngan jarak minimal 1,5 dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

Kedua, Perkantoran Essensial Pemerintahan dapat buka 25 % WFO. Ketiga, Perkantoran Non Essensial 100 % WFH. Keempat, Perkantoran Essensial seperti Keuangan dan Perbankan, Sistem Pembayaran, Pasar Modal, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Perhotelan non Karantina Covid-19, Industri Orientasi Ekspor dapat buka 50 % WFH.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved