Breaking News:

Pertamina Cilacap

Pemkab Cilacap Apresiasi Insiatif Pertamina Konservasikan Tumbuhan Aromatik

Pemkab Cilacap mendukung dan mengapresiasi inisiatif Pertamina RU Cilacap membangun konservasi tumbuhan aromatik.

Editor: abduh imanulhaq
PERTAMINA CILACAP
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Sri Murniyati menghadiri pemecahan rekor MURI penanaman tumbuhan aromatik terbanyak oleh Pertamina, Selasa (17/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Pemkab Cilacap mendukung dan mengapresiasi inisiatif Pertamina RU Cilacap membangun konservasi tumbuhan aromatik.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap, Sri Murniyati usai menghadiri pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) penanaman tumbuhan aromatik terbanyak oleh Pertamina di komplek Perumahan Pertamina Tegalkatilayu, Cilacap Selatan, Selasa (17/8/2021).

Dijelaskan Sri Murniyati, konservasi tumbuhan aromatik ini menunjukkan komitmen Pertamina yang tidak hanya fokus pada operasional bisnis, namun peduli pada lingkungan sekitar.

“Ini adalah upaya nyata Pertamina mempertahankan daya dukung lingkungan hidup dengan memperhatikan keanekaragaman hayati,” ujarnya.

Masih kata dia, pemilihan tumbuhan aromatik dinilai sangat tepat mengingat peluang minyak atsiri yang dihasilkan memiliki nilai bisnis dan ekonomis.

Pemkab Cilacap mendukung dan mengapresiasi inisiatif Pertamina RU Cilacap membangun konservasi tumbuhan aromatik
Pemkab Cilacap mendukung dan mengapresiasi inisiatif Pertamina RU Cilacap membangun konservasi tumbuhan aromatik (IST)

“Apalagi di masa pandemi saat ini, kebutuhan minyak aromatik untuk aromaterapi menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan imun bagi para penderita Covid-19,” kata Murni.

Pjs. Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina RU IV Cilacap, Edward Manaor Siahaan mengungkapkan ada 76 jenis tumbuhan aromatik sebanyak 200 pohon yang ditanam di lokasi konservasi Pertamina RU Cilacap.

“Ekploitasi hutan dan peristiwa kebakaran hutan mengakibatkan jenis tumbuhan aromatik punah. Sehingga kami berinisiatif melakukan konservasi untuk melestarikan lingkungkuan dan keanekaragaman hayati,” ujarnya.

Ditambahkan Edward selain berfungsi sebagai konservasi, area konservasi ini juga penting kepentingan ilmu pengetahuan, pendidikan, penelitian hingga pariwisata.

“Jangan sampai generasi penerus hanya mendapatkan cerita tentang tumbuhan aromatik tapi tidak melihat wujud pohonnya karena sudah punah. Di sinilah mereka bisa melihat dan belajar secara langsung,” tandasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved