Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pekalongan

IGD Khusus Corona RSUD Bendan Kosong, Pasien Nihil

Junaidi Wibawa mengatakan, dari kapasitas 61 ruangan untuk pasien Covid-19 terisi 14 orang, 6 di antaranya gejala berat di ruang ICU.

Tayang:
Kominfo Kota Pekalongan
Pegawai RSUD Bendan saat memperlihatkan ruangan IGD Covid-19 ya yang kosong. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Kabar yang cukup menggembirakan datang dari RSUD Bendan Kota Pekalongan, dimana kondisi kasus Covid-19 yang sempat melonjak beberapa waktu lalu, kini mulai terkendali.

Hal ini terlihat dari kondisi IGD khusus covid di RSUD Bendan yang biasanya penuh oleh pasien covid, pada Jumat (20/8/2021) sudah kosong.

Direktur RSUD Bendan Kota Pekalongan dr Junaidi Wibawa mengatakan, dari kapasitas 61 ruangan untuk pasien Covid-19 terisi 14 orang, 6 di antaranya gejala berat di ruang ICU dan 8 pasien di ruang Buketan.

"Di ruang IGD covid yang sebelumnya sempat penuh antrean, bahkan sampai terpaksa menolak pasien, kini nol pasien. Sehingga untuk ketersediaan tempat tidur atau BOR pasien covid non ICU yang total sebanyak 55 kamar hanya terisi 8 pasien atau terpakai 14 %," kata Direktur RSUD Bendan Kota Pekalongan dr Junaidi Wibawa.

Menurutnya, penurunan ini merupakan hal yang baik, tapi di luar sana perlu untuk penegakan diagnosis atau skrining lagi. 

"Kebanyakan pasien Covid-19 yang di ICU ini sudah gawat kondisinya baru dibawa ke rumah sakit," ujarnya.

Pihaknya meminta agar skrining lebih ditekankan, begitu seseorang mengetahui dirinya terkonfirmasi positif Covid-19 agar segera melakukan isolasi terpusat.

"Hal ini agar pasien Covid-19 dapat terdekteksi gejalanya sejak awal. Pasalnya banyak pasien yang isoman meninggal dunia karena kurangnya penanganan pasien, kurangnya deteksi dan pengawasan, bahkan terbatasnya nakes yang memeriksa karena isoman di rumah," imbuhnya.

Saat disinggung mengenai ketersediaan oksigen, saat ini di RSUD Bendan sudah lancar. Selain itu, kebutuhan oksigen juga berkurang.

"Pada puncak kasus lalu oksigen yang digunakan yakni 1.500 sampai 2.000 meter kubik, sedangkan saat ini kebutuhannya mulai 700-800 meter kubik," tambahnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved