Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Khotbah Jumat

Khutbah Jumat Singkat Makna Nikmat Kemerdekaan

Berikut materi khutbah jumat singkat dengan tema Makna Nikmat Kemerdekaan, yang dikutip dari YPKPI Masjid Raya Baiturrrahman Simpanglima Semarang.

MOSLEMWORLD
Khutbah Jumat Singkat Makna Nikmat Kemerdekaan 

Lalu bagaimana cara kita bersyukur?

Antara lain bahwa Allah SWT sudah memberikan karunia kepada kita tiada tara ini, mulai yang melekat pada tubuh kita, makanan yang kita makan setiap hari dan nikmat-nikmat lain dimana kita tidak akan mampu untuk menghitungnya, termasuk jabatan yang saat ini kita emban adalah semata-mata atas pemberian Allah SWT.

Setelah nikmat kita peroleh, maka kita harus mampu mengelola dan mempergunakannya sesuai perintah Allah dan tuntunan yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Sangat banyak sekali nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada kita, sehingga jika kita hitung maka tidak mungkin kita akan mampu menghitungnya.

Firman Allah SWT yang artinya;

"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS An Nahl ayat 18)

Nikmat yang menempel pada tubuh kita, antara lain mata.

Mari kita gunakan mata ini untuk melihat sesuatu yang baik, kita diparingi telinga oleh Allah maka gunakan untuk mendengar yang baik-baik, kita diparingi mulut, gunakan untuk bertutur kata yang baik, kita dianugerahi tangan, gunakan untuk memegang hal-hal yang baik, kita dianugerahi kaki, gunakan untuk melangkah pada hal yang baik-baik saja dan masih banyak lagi nikmat yang tidak bisa kita hitung.

Selanjutnya mari kita ikut menyebar luaskan kenikmatan tersebut kepada yang lain, sebagaimana firman Allah di dalam Surat Ad Dhuha ayat 11 yang artinya:

"Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan."

Jika kita memperoleh kenikmatan maka sudah semestinya kita berbagi kesuksesan itu kepada sesama, jangan hanya untuk diri kita sendiri.

Disamping itu, kita harus terus menerus melaksanakan perintah-perintah Allah demi menjaga kesuksesan tersebut, sekaligus menjauhi semua larangan-laranganNya.

Ketika bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaan sebagaimana termaktub di dalam pembukaan UUD 1945 maka yang diucapkan adalah;

"Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, baru kemudian kalimat, dan didorongkan oleh keinginan luhur."

Hal ini menunjukkan bahwa kemerdekaan yang diraih oleh bangsa Indonesia adalah semata-mata atas karunia dari Sang Maha Pemberi yaitu Allah SWT, bukan pemberian dari bangsa lain.

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved