Berita Boyolali
Orangtua Siswa Boyolali Ingin Sekolah Segera Masuk: Tidak Bisa Masih PPKM Level 4
Sejak dikeluarkan kebijakan pembelajaran daring pada awal pandemi tahun lalu, pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) sangat ditunggu siswa.
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Sejak dikeluarkan kebijakan pembelajaran daring pada awal pandemi tahun lalu, pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) sangat ditunggu siswa, guru, dan orang tua.
Namun, regulasi perizinan PTM yang merujuk pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 masih belum bisa dilakukan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Darmanto menyampaikan, PTM memang ditunggu siswa, guru, dan orangtua.
Namun, lanjut dia, regulasi perizinan PTM merujuk pada level PPKM yang saat ini berlaku.
Diketahui, saat ini Kabupaten Boyolali masuk PPKM level 4. Sehingga belum bisa menggelar PTM.
"PPKM juga diperpanjang lagi sampai akhir Agustus. Sedangkan kami berada di level 4. Jadi kami juga harus ikut menyukseskan kebijakan pemerintah. Utamanya dalam menekan mobilitas masyarakat," jelasnya saat meninjau vaksinasi tahap kedua di SMPN 1 Boyolali, Jumat (20/8/2021).
Dia menjelaskan, perpanjangan PPKM level 4 ini tidak memungkinkan untuk memasukan siswa ke sekolah. Sehingga, pilihannya tetap pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Menurutnya, oegiatan ini juga akan dievaluasi. Dia berharap, pasca perpanjangan PPKM kondisi Boyolali semakin membaik.
"Semua juga khawati terjadi lost learning karena terlalu lama PJJ. Namun, karena izin merujuk pada level di PPKM bukan tingkat mikro lagi. Maka tetap kita ikuti. Hanya wilayah (kabupaten/kota, red) yang berada dilevel 1-3 yang bisa menggelar PTM. Jadi, sabar dulu," ungkapnya.
Selain itu, lanjut Darmanto, syarat PTM mengharuskan siswa dan guru telah menerima dua kali vaksin. Sampai saat ini, baru SMPN 1 yang sudah menyelesaikan vaksin dosis kedua untuk siswa.
Sedangkan, 13 sekolah di Kecamatan Boyolali lainnya, baru akan menerima vaksin dosis kedua pada 9 Septemper mendatang.
Selain membentuk kekebalan kelompok, menurut dia, vaksinasi ini mengambil peran dalam meyakinkan orangtua.
Utamanya, untuk menjamin keamanan siswa serta meminimalisir potensi paparan di sekolah.
Tak hanya itu, meski sudah mendapatkan vaksin lengkap, siswa yang hadir PTM tetap dibatasi.
"Pembatasan saat PTM tetap berlaku. Untuk jenjang SMP dan SD maksimal 50 persen dari kapasitas. Sedangkan TK atau PAUD maksimal 30 persen," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/smpn-1-boyolali-ptm.jpg)