Berita Batang
Potret Sekolah di Pelosok Batang, Sugito Percepat Pemerataan Jaringan Internet Gratis untuk Siswa
Kabut cukup tebal selimuti hampir seluruh permukiman Dukuh Winong, Pranten, Kec Bawang, Kabupaten Batang.
Penulis: dina indriani | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Kabut cukup tebal menyelimuti hampir seluruh permukiman Dukuh Winong, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.
Dukuh yang berada di kaki Gunung Prahu ini memiliki keindahan alam yang masih asri dengan hamparan perbukitan.
Sebuah bangunan sekolah berdiri sendiri dikelilingi hamparan hijau perbukitan dan deretan pegunungan yang menjulang tinggi.
Sekolah satu-satunya berjenjang menengah pertama di desa itu didirikan pada 2014 silam.
Keberadaan SMP Negeri 4 Bawang menjadi harapan baru bagi anak-anak desa tersebut.
Mereka bisa merasakan belajar di bangku sekolah menengah pertama meski harus menempuh perjalanan panjang dan jalanan yang sulit.
Afiyanatu Suibah (14), misalnya, setiap hari harus berjalan kaki naik turun bukit melewati jalan yang cukup terjal.
Waktu tempuh 15 menit hingga 20 menit dari rumahnya di Dukuh Sigemplong ke sekolah.
Semangatnya tak pernah lesu, dia ingin terus belajar menggapai cita-citanya sebagai seorang guru.
"Berjalan kaki sudah biasa menyusuri bukit naik turun, jalannya lumayan terjal. Saya tetap menikmati dan senang karena bisa bersekolah. Hanya saja kalau hujan deras terpaksa tidak berangkat karena beberapa jalan yang dilalui rawan longsor," tutur siswa kelas 9 itu.
Afi potret perjuangan anak pelosok desa yang harus berjuang untuk menempuh pendidikan.
Seluruh siswa di SMP Negeri 4 Bawang juga merasakan hal yang sama.
Hal itu tak serta merta meluruhkan niat mereka untuk terus belajar di sekolah.
Perjuangan mereka belum usai, pandemi melanda negeri ini.
Semua sektor ikut terdampak akibat Covid-19, tak terkecuali sektor pendidikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/siswa-smpn-4-bawang-belajar-daring.jpg)