Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Sosok Ismail Sabri, Hari Ini akan Dilantik jadi Perdana Menteri Baru Malaysia, UMNO Berkuasa Lagi

Ismail sebelumnya dipilih oleh Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah sebagai Perdana Menteri yang baru menggantikan Muhyiddin Yassin

Editor: muslimah
Bernama/Malay Mail
Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob berbicara selama konferensi pers di Parlemen di Kuala Lumpur 18 Agustus 2020 

TRIBUNJATENG.COM, KUALA LUMPUR - Situasi politik di negara tetangga Malaysia masih panas.

Pergantian kekuasaan akan berlangsung hari ini.

Ismail Sabri Yaakob akan dilantik menjadi Perdana Menteri Malaysia menggantikan Muhyiddin Yassin yang mengundurkan diri.

Pelantikan Ismail Sabri Yaakob sebagai Perdana Menteri Malaysia dijadwalkan akan digelar pada Sabtu (21/8/2021) hari ini.

Ismail sebelumnya dipilih oleh Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah sebagai Perdana Menteri yang baru menggantikan Muhyiddin Yassin.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri tersebut juga mendapatkan dukungan dari mayoritas anggota parlemen.

Informasi mengenai rencana pelantikan Ismail Sabri Yaakob sebagai Perdana Menteri Malaysia disampaikan oleh Istana Negara Malaysia pada Jumat (20/8/2021), dikutip Kompas.com dari AFP.

Dengan demikian, politisi dari partai UMNO tersebut sah menjadi pengganti Muhyiddin Yassin yang mundur pada Senin (16/8/2021).

Ismail Sabri Yaakob sebelumnya adalah Wakil Perdana Menteri Muhyiddin Yassin pada 7 Juli 2021 sampai 16 Agustus 2021.

Dengan diangkatnya Ismail Sabri, maka partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) naik lagi ke tampuk kekuasaan Malaysia, kali ini tanpa pemilu.

UMNO memimpin lagi meski korup

Dikutip Tribunjogja.com dari Kompas.com, UMNO adalah kunci utama koalisi yang memerintah selama enam dekade hingga kehilangan kekuasaan pada 2018, akibat skandal korupsi 1MDB triliunan rupiah.

Uang triliunan rupiah diselewengkan dari dana kekayaan negara 1MDB dalam penipuan yang melibatkan mantan PM Najib Razak, dan dihabiskan untuk segala hal mulai dari kapal pesiar hingga karya seni mahal.

Najib telah divonis dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara, meskipun ia tetap bebas sambil menunggu banding.

Namun, UMNO mendapatkan kembali pijakan dalam kekuasaan sebagai mitra dalam pemerintahan terakhir.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved