Deddy Corbozier
Apa Itu Badai Sitokin? Deddy Corbozier: Badan Sakit Semua, Hancur Saya
Deddy Corbuzier nyaris meninggal dunia terdampak badai sitokin. Apa itu badai sitokin?
TRIBUNJATENG.COM - Deddy Corbuzier mengumumkan dirinya mengalami badai sitokin.
Apakah pengertian badai sitokin yang menyerang presenter tersohor itu?
Menurut penilitian dari Mukesh Kumar, seorang ahli virologi dan imunologi, Georgia University, badai sitokin dipicu oleh virus yang menggandakan diri dengan sangat cepat setelah menginfeksi sel.
Baca juga: Deddy Corbuzier Undur Diri dari Podcast Youtube, Ada Apa?
Baca juga: Deddy Corbuzier Tantang Ivan Gunawan Turunkan Berat Badan 20 Kg dalam 3 Bulan, Hadiahnya Rp 500 Juta
Baca juga: Terinspirasi dari Tokoh Nyata Seperti Chef Juna & Deddy Corbuzier, Akan Seseru Apakah Film Persepsi?
Saat itu, tubuh langsung mengirimkan sinyal bahaya kepada sel. Sel yang merasakan bahaya langsung merespons dengan membunuh dirinya sendiri.
Menurut Penanggungjawab Logistik dan Perbekalan Farmasi RSUP Dr. Kariadi Semarang, Mahirsyah Wellyan TWH., S.Si., Apt., Msc., badai sitokin atau cytokine storm adalah reaksi berlebihan sel darah putih yang mempertahankan sistem kekebalan tubuh dari virus Covid-19.
Saat itu, sel darah putih akan menghasilkan sitokin, protein yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh.
Pada pasien Covid-19, sitokin lantas bergerak ke paru-paru untuk melindungi dari serangan SARS-CoV-2.
Pada normalnya, sitokin hanya berfungsi akan berhenti saat respons kekebalan tubuh tiba di daerah infeksi, namun pada badai sitokin, sel terus mengirimkan sinyal sehingga bergerak di luar kendali.
Akibatnya, paru-paru mengalami peradangan yang hebat sehingga akan merusak fungsi paru-paru.
Hal itulah yang membuat pasien Covid-19 sulit untuk bernapas dan membutuhkan bantuan oksigen.
"Maka sering pada pasien Covid-19 membutuhkan ventilator untuk membantu pernapasan," kata Mahirsyah Wellyan.
Mahirsyah juga mengatakan badai sitokin masih bisa terjadi meskipun virus sudah mati di dalam tubuh.
Sebagai informasi, badai sitokin sebelumnya pernah menyebabkan Raditya Oloan meninggal dunia pada 6 Mei 2021 lalu.
Demam, Vertigo
Dalam podcast di YouTube-nya, Deddy menjelaskan bahwa dia mengalami demam 40 derajat dan vertigo setelah dua minggu saat sudah dinyatakan negatif.
Padahal, ketika masih terinfeksi Covid-19, ayah satu anak itu tidak mengalami gejala apapun.
"Something is wrong, saya CT toraks ke RSPAD pada saat itu. Ternyata ada kerusakan, hitungannya itu 30, saya enggak ngerti 30 persen atau apa," ujar Deddy Corbuzier, dikutip dari podcast di kanal YouTube-nya, Minggu (22/8/2021).
Deddy masih diperbolehkan untuk menjalani perawatan di rumah karena kadar saturasi oksigennya masih normal yakni 99.
Namun, dua hari setelahnya Deddy mengalami demam tinggi hingga harus dibawa ke rumah sakit.
"Saya ketemu dokter Gunawan, dia bilang ini memburuk, ketika di cek CT toraks sudah 60 dan keadaannya masuk ke momen badai sitokin," kata Deddy.
Deddy tidak diperbolehkan pulang dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
"Setahu saya badai Sitokin ini membuat orang meninggal, kondisinya pada saat itu panas demam, badan sakit semua, kecewa sekali," tutur Deddy.
Ayah satu anak itu mengaku kecewa karena tak menyangka orang sepertinya yang selalu menjalani hidup sehat bisa terinfeksi virus corona bahkan sampai mengalami badai sitokin.
"Saya olahraga tiap hari, vitamin D saya tinggi, zinc saya tinggi, saya bisa kena tanpa gejala, lalu minggu kedua, hancur saya," ucap Deddy.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Positif Covid-19, Deddy Corbuzier Alami Badai Sitokin"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/deddy-corbuzier-badai-sitokin.jpg)