Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Situasi Rumdin Wali Kota Semarang Sunyi Senyap, Tinggal Tersisa 8 Pasien

Kasus Covid-19 di Kota Semarang terus mengalami penurunan yang signifikan

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Sejumlah pasien sedang berjemur di isolasi terpusat rumah dinas wali kota beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kasus Covid-19 di Kota Semarang terus mengalami penurunan yang signifikan.

Hal itu berdampak baik terhadap turunnya bed occupancy ratio (BOR) atau keterisian tempat tidur isolasi.

Berdasarkan data pada laman siagacorona.semarangkota.go.id, Selasa (24/8/2021) hingga pukul 15.00, Covid-19 aktif di Kota Lunpia tinggal 173 orang. Sebanyak 115 warga Semarang dan 58 warga luar kota.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, rata-rata BOR tempat isolasi dan rumah sakit di ibu Kota Jawa Tengah tinggal 10 persen.

Bahkan, di isolasi terpusat rumah dinas Wali Kota Semarang tinggal menyisakan delapan pasien. Sedangkan, warga yang melakukan isolasi mandiri tercatat masih 45 orang. Sisanya masih dirawat di rumah sakit.

"BOR tinggal 10 persen. Harapannya minggu ini semakin turun. Isolasi terpusat di rumdin tinggal delapan pasien. Situasinya sunyi senyap. Banyak nakesnya dari pada pasiennya," ungkap Hakam.

Karena jumlah pasien sudah kian menurun, Hakam pun meminta beberapa nakes yang semula bertugas di rumah dinas wali kota agar membantu pelaksanaan vaksinasi di beberapa sentra

Hal itu untuk mendukung percepatan vaksinasi yang sedang digencarkan Pemerintah Kota Semarang.

"Karena sudah sepi, sampai teman-teman yang berdinas disana (rumah dinas), kami arahkan untuk membantu pelaksanaan vaksinasi," ucap Hakam.

Di sisi lain, Hakam tetap menyarankan warga  yang saat ini melakukan isolasi mandiri namun masih bergejala berat agar dirawat di isolasi terpusat.

Pasien akan lebih mudah mendapatakn perawatan sehingga bisa segera pulih.

"Harapannya demikian, tapi yang sudah isolasi mandiri tujuh hari lebih mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa sembuh," tambahnya.

Seiring menurunnya kasus, Dinas Kesehatan pun menutup beberapa tempat isolasi terpusat. Pihaknya mengaku telah menutup isolasi terpusat Marina Healing Center dan Balai Diklat. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved